Postingan

Camat Bumiaji Apresiasi Kopi Embongan sebagai Wadah Kreasi Musisi Disabilitas, Brain Wash Ikut Bangga

Gambar
Camat Bumiaji, Thomas Maido, S.Sos bermain musik bersama musisi penyandang disabilitas Kopi Embongan BATU, — Kopi Embongan, yang berlokasi di Jalan Raya Punten, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Camat Bumiaji, Thomas Maido, S.Sos. Selain menyajikan berbagai makanan dan minuman, termasuk beragam jenis kopi, soto, dan gorengan, tempat ini juga menyediakan fasilitas lengkap alat musik band dengan harga yang terjangkau. “Saya mengapresiasi sekaligus mendukung keberadaan Kopi Embongan karena tempat ini menjadi wadah bagi musisi penyandang disabilitas di Kota Batu untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya,” ujar Thomas Maido saat ditemui awak media, Selasa (21/4/2026). Menurut Camat Bumiaji, Kopi Embongan saat ini berfungsi sebagai sarana dan prasarana untuk berkumpul, berdiskusi, serta bermain musik bersama, baik oleh pengunjung maupun musisi penyandang disabilitas. “Pengunjung bisa request lagu dan bernyanyi bersama saudara-saudara kita y...

Nostalgia Merayakan Hari Kartini: Dari Kebaya, Lomba dan Doa

Gambar
  Oleh: Eko Windarto  Hari Kartini selalu membawa kilas balik manis masa kecil, terutama kenangan seru saat lomba Kartinian di sekolah. Ada yang semangat berdandan kebaya, ada juga yang malas ribet. Tapi di balik semua itu, ada doa-doa tulus yang kita selipkan untuk masa depan dan perjuangan perempuan Indonesia. Yuk, kita ingat kembali serunya Hari Kartini dengan cara santai dan penuh canda, sekaligus refleksi atas makna hari penting ini. Mengenang Kemeriahan Hari Kartini di Sekolah Dasar Tanggal 21 April menjadi momen spesial yang kita kenal sebagai Hari Kartini, waktu berharga untuk mengenang perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan dan kemerdekaan berpikir. Tapi, kalau ngomongin soal Kartini, rasanya nggak lengkap kalau nggak flashback ke masa SD. Ingat nggak sih, dulu pas Hari Kartini, kalian termasuk “tim kebaya siap tempur” atau “tim santai, mager repot”? Tim Kebaya vs Tim Santai: Duel Abadi Hari Kartini Buat yang semangat berdandan kebaya, past...

Guru dan Seni Mengajar: Mengubah Ruang Kelas Menjadi Ladang Kreasi

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Guru bukan sekadar soal pintar atau tidak, melainkan seni seorang guru dalam memberi ruang leluasa berkreasi bagi setiap murid, tanpa memandang potensi. Artikel ini mengajak kita merenungi peran guru sebagai fasilitator, mengubah paradigma pendidikan dari sekadar transfer ilmu menjadi ruang ekspresi dan pengembangan diri. Melebihi Definisi “Pintar” dalam Pendidikan Pernahkah Anda membayangkan seorang guru adalah senopati (panglima) besar dalam peperangan pendidikan—tidak hanya mengandalkan kecerdasan untuk menang, tapi juga bagaimana ia memberi ruang strategis bagi anak didiknya berkembang? Persis seperti itulah guru dalam ruang kelas modern saat ini.  Guru di medan perang pendidikan mungkin tampak jauh dari definisi “pintar” yang biasa kita kira. Namun, yang sebenarnya menjadi kunci adalah bagaimana ia memberi ruang bagi setiap anak didiknya untuk berkarya, berinovasi, dan mengekspresikan potensi masing-masing. Guru sebagai Senopati: Fasilitato...

Semangat Demokrasi dalam Catatan Kecil Yani Handoko

Gambar
Dari kanan Syamsu Soed sebagai moderator, Yani Handoko penulis buku Catatan Kecil dan Prof. Dr. Wahyudi  Buku karya Yani Handoko mendapat sorotan dari Prof. Dr. Wahyudi karena menyuarakan pentingnya perjuangan demokrasi dan peran masyarakat sipil di Indonesia dalam peluncuran bukunya "Catatan Kecil" di Galeri Raos, Pondok Seni Batu, Sabtu, 18/4/2026. Melalui pengalaman sebagai jurnalis, aktivis, anggota DPRD, hingga wiraswasta, Yani Handoko menggambarkan kompleksitas kehidupan politik dan sosial bangsa yang tidak selalu berjalan mulus.  "Buku ini bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga panggilan reflektif untuk terus memperjuangkan keadilan dan keseimbangan di tengah dinamika nasional," ungkap Prof. Dr. Wahyudi. Dalam sebuah perbincangan yang penuh wawasan, Prof. Dr. Wahyudi memberikan ulasan mendalam tentang buku karya Yani Handoko yang berjudul "Catatan Kecil Tetapi Semangat Sangat Besar".  Buku ini dianggap sebagai refleksi penting terkait ...

SATUPENA Jawa Timur: Menghidupkan Sastra Lewat Rerasan Sastra

Gambar
Pemateri Dialog Rerasan Sastra, dari kanan, Akaha Taufan Aminudin, Syamsu Soed, Muklis dan Yani Handoko. Menurut Ketua SATUPENA Jawa Timur, Akaha Taufan Aminudin, dalam dialog Rerasan Sastra yang digagas SATUPENA Jawa Timur berhasil mengukir sejarah sebagai wadah literasi yang menghubungkan seniman puisi esai dari berbagai daerah, di galeri Raos, Kota Batu, Jumat, 17/4/2026. SATUPENA Pusat bukan hanya sebatas lomba atau kumpulan karya, melainkan juga platform untuk mengundang 50 penulis terbaik dunia dan menghadirkan duta puisi muda yang menjulang di tingkat nasional.  Dengan semangat membumi dan sangat lokal, SATUPENA Jawa Timur memantik diskusi tentang warisan budaya, sejarah, dan inspirasi sastra yang terus hidup. "Menghadirkan sastra sebagai suara kolektif masyarakat, SATUPENA Jawa Timur berhasil menjadi fenomena baru dalam dunia literasi Indonesia," tutur Taufan. Puisi Esai yang baru berusia tiga tahun ini diprakarsai oleh Denny JA, tokoh literasi dan pengger...

Inovasi Pendidikan SDN Tulungrejo 02: SERASI, RASI BINTANG, dan JUZMADHARTA

Gambar
Saat para guru dan murid berpose  BATU– SDN Tulungrejo 02 yang terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kebugaran fisik, dan spiritualitas siswa. Sekolah ini meluncurkan tiga program unggulan sebagai bagian dari komitmen mencetak generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan beriman. Kepala Sekolah SDN Tulungrejo 02, Lilis Indahyani, S.Pd., menjelaskan bahwa inovasi-inovasi tersebut dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik. “Kami ingin siswa tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga memiliki tubuh yang sehat, kreativitas yang terasah, serta pondasi iman yang kuat sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” ujar Lilis, Kamis (16/4/2026). Setiap hari Selasa, sekolah dipenuhi suasana energik melalui program SERASI (Selasa Senam dan Numerasi). Program ini bertujuan menggabungkan kegiatan fisik dengan pengembangan kemampuan ...

Pengungkapan Dugaan Jual Beli Kios di Pasar Among Tani Batu: Pemeriksaan Berlanjut

Gambar
Pada Kamis (16/4/2026), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu kembali memanggil dan memeriksa beberapa pedagang Pasar Induk Among Tani untuk pemeriksaan lanjutan terkait dugaan jual beli kios dan los di pasar ini.  Pemeriksaan ini menjadi kelanjutan dari proses sebelumnya, di mana 23 orang saksi—terdiri dari delapan ASN Pemkot Batu dan 15 pedagang—sudah memberikan keterangan terkait kasus serupa. Sidik Putra, Koordinator Zona Sayur dan Buah Pasar Induk Among Tani, yang sebelumnya juga telah diperiksa, kembali menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam.  Meskipun tidak merinci detail pertanyaan, Sidik menyampaikan bahwa penyidik mengajukan lima pertanyaan seputar dugaan jual beli kios.  Ia berharap proses penyelidikan ini segera mengarah kepada pengungkapan aktor utama yang terlibat. “Saya sudah menyampaikan kepada penyidik agar kasus ini segera terungkap. Sebagai pedagang, kami ingin kejelasan agar publik dan masyarakat Kota Batu mengetahui duduk perkara...