Bayang-Bayang Dana di Balik Lantang Suara
Karya: Eko Windarto Di persimpangan jalan-jalan berdebu negeri, terdengar gema suara-suara yang menuntut, di mana darah dan asa bertemu dalam satu tarian protes, dan di balik itu, tangkai-tangkai bisik mengalir senyap. Abdimaludin, nama yang melayang seperti angin, menuturkan kisah tentang uang dua puluh juta yang tak sekadar angka, tapi sebuah cerita tentang harapan yang dibeli dan kepercayaan yang dipertaruhkan. Bukan hanya dia yang menggenggam lembaran itu, namun bagian-bagian kecil dari jiwa yang berjuang, dibagi dalam langkah-langkah yang tergesa, terganjal dalam jaringan politik dan motif yang rumit. Ada serpihan tanya yang mengusik malam, apakah suara itu murni, atau terjamah oleh bayang-bayang suap? Apakah perjuangan ini sekadar topeng permainan, atau kewarasan yang coba bertahan di tengah derasnya arus kepentingan? Rektor Daniel Panda, saksi bisu ranah akademis, mengungkap alur sisa-sisa uang yang mengalir, menjadi beban dan misteri di balik layar demons...