Mengapa Rupiah Tertekan dan Melemah Tajam: Menelisik Akar Masalah di Balik Pelemahan Mata Uang Garuda
Oleh: Eko Windarto Pada Senin, 8 Juni 2026, nilai tukar rupiah di pasar spot kembali mengalami tekanan tajam, melemah hingga 0,91 persen ke level Rp 18.201 per dolar AS. Pelemahan ini bukan sekadar angka acak; ia mencerminkan dinamika kompleks yang melibatkan faktor eksternal dan internal, serta potensi dampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi Indonesia. Artikel ini berupaya mengeksplorasi penyebab di balik depresiasi rupiah sekaligus mengulas implikasi yang mungkin timbul, tentu dengan bahasa yang mudah dipahami namun tetap kaya informasi. 1. Konteks Pergerakan Rupiah: Mengapa Angka Melemah Terasa ‘Mengerikan’? Rupiah memang bukan satu-satunya mata uang emerging market yang lagi ‘bergumul’ dengan tekanan. Tapi ketika kurs terdepresiasi mendekati angka Rp 18.200 per dolar AS—angka yang jadi ‘garis merah’ psikologis bagi pelaku pasar—dampaknya langsung terasa. Pelemahan 165 poin, atau hampir 1 persen dalam waktu singkat, mencerminkan kepanikan ringan di pasar yang b...