Ketika Keyakinan, Prasangka, dan Omongan Kosong Mengaburkan Realita
Oleh: Eko Windarto Dalam keseharian kita, seringkali kita menemui tiga sikap yang mengganggu interaksi sosial: orang yang merasa paling benar hingga sulit menerima sudut pandang lain, orang yang menilai orang lain hanya dari penampilan tanpa tahu potensi sebenarnya, dan orang yang suka berbicara seolah-olah punya pengalaman tapi sebenarnya hanya omong kosong. Artikel ini mengajak kita untuk refleksi, membuka ruang toleransi, dan memperkuat komunikasi agar hubungan sosial bisa lebih bermakna dan produktif. Merasa Paling Benar: Musuh Terbesar Dialog Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang seolah-olah punya ‘kebenaran mutlak’? Dia ngomong kayak dia punya buku panduan kehidupan, dan entah kenapa, dia yakin opininya adalah satu-satunya yang benar. Padahal, dunia ini penuh warna; setiap orang punya pengalaman, latar belakang, dan konteks berbeda. Menurut psikolog sosial Dr. Anita Wijaya, sikap merasa paling benar ini adalah bentuk pertahanan diri—pola pikir kaku yang justru ...