Postingan

Jejak Sunyi Operation Absolute Resolve

Gambar
#puisiesai Karya: Eko Windarto  Di balik kabut malam berlapis rahasia Kala bintang tertutup rona samudra kelam Muncul sebuah bisikan, operasi tanpa gema, “Absolute Resolve,” nama laung sunyi yang menggetarkan. Bulan-bulan terajut dalam waktu tersembunyi Rencana dijalin tanpa suara Pasukan elit dilatih, bagai bayang-bayang di tepi samudra Armada tempur bergerak dalam lengang, menembus langit sunyi. Di awal Januari serangan senyap itu tiba Tetes darah jatuh, duka bertabur dalam diam Empat puluh jiwa gugur dalam debu perjuangan Pengawal setia terluka Nafas terakhir membisu dalam seribu bahasa  Donald Trump berseru, "hukum adalah pedang!"  Mengayun tajam kepada rezim yang menari di atas narko-teror Maduro dan Cilia Flores, dibawa angin menuju Mahkota Keadilan Pijakan kaki mengarungi ruang sidang New York, pengadilan menggema. Di kancah dunia yang bergemuruh Sebuah pertarungan baru terasa membara Kedaulatan terguncang dalam badai politik Dunia menatap, kecaman meng...

Sunyi Setelah Badai: Kisah Petani Kopi Gayo

Gambar
#puisiesai Karya: Eko Windarto  Ada tabir senja turun perlahan, mematikan lampu-lampu gemerlap di ujung cakrawala. Suara sorak sorai relawan lamat sirna. Debur ombak yang tergerus waktu. Algoritma bencana, sang pengaduk perhatian, telah berpaling pada hal baru gemerlap cahaya. Petir berita berhenti berdentang, menyisakan sunyi yang memeluk luka. Di sanubari kami, terpatri bayang filosofi. Sejuta kaki kecil menjejak lumpur basah oleh air mata. Ayah dan ibu mendamba pelangi pasca hujan badai, namun, langit hanya serupa kanvas kelabu tiada bertepi. Kopi, bukan sekadar ruang aroma dan rasa, Ia adalah garis darah mengaliri kampung, Madrasah sejarah tempat anak-anak menimba ilmu, Simfoni pagi, sorak petani yang menari bersama dendang embun pagi. Namun, banjir menyapu pohon-pohon harapan. Akar-akarnya terkubur dalam pelukan lumpur dingin yang sunyi. Lima musim menanti, bisu dalam peluh, satu per satu tahun jatuh tanpa embun keberuntungan. Modal hanyut, seperti daun yang dibawa...

Uraian Mendalam Puisi "CAHAYA DI ANTARA" Karya Artzaky

Gambar
Oleh: Eko Windarto  CAHAYA DI ANTARA Karya : Artzaky Pada pagi yang belum penuh suara, matahari singgah di ranting kedua, bukan puncak, bukan pula tanah, tempat terang belajar menahan diri. Ranting itu menyimpan hangat secukupnya, mengajari daun tentang sabar dan tumbuh, bahwa cahaya tak harus membakar untuk disebut hidup dan bermakna. Di sana waktu melambat tanpa jam, bayang menjadi bahasa yang tenang, setiap hijau adalah janji diam-diam, setiap gugur pelajaran melepaskan. Saat siang memanggilnya pergi, tinggal hangat dan ingatan singkat, bahwa di antara jatuh dan terbang, ada ruang sunyi bernama makna. Pangkalan Bun,29 Desember 2025 Puisi "CAHAYA DI ANTARA" adalah sebuah karya sastra yang kaya akan makna filosofis dan estetika. Dalam puisi ini, Artzaky mengajak pembaca untuk menyelami pengalaman sunyi di tengah kehidupan yang penuh dinamika, dengan menampilkan simbol-simbol alam sebagai cermin refleksi diri. Melalui struktur yang rapi dan bahasa yang puitis, pui...

BISIKAN FEBRUARI

Gambar
#prediksi Karya: Eko Windarto  Februari mendung menuding rinduku Kabut tebal menyelimuti jiwa Tak mengapa jika aku tak mampu, mengusir awan gelap yang membungkus hati. Jangan biarkan kerusuhan menyapa Sebab di dalam lubuk hati yang sunyi, puisi berdendang lirih penuh makna dalam bisikan abadi. Biarkan aku merangkai kata meronce yang terpendam, memetik makna dari sela waktu, mengungkap nyanyian jiwa tak terkuak laku. Februari mendung, namun aku bukan sendiri Karena puisi setia menemani mengusir sepi Dan hidup masih penuh cahaya hati Hidup adalah puisi, mengalir hakiki, memanggil rasa dalam setiap barisnya, menjadi saksi bisu perjalanan hati, dengan keindahan yang tak lekang oleh musim semi. Batu, 312026

DENTUMAN GOLADO DI MANINJAU

Gambar
Karya: Eko Windarto  Sejak malam pergantian tahun tiba Aku menatap langit muram Sumatra Barat, menyusuri aliran kabar yang mengalir deras di linimasa, tapi hatiku terpaku pada Maninjau, tempat di mana bukit-bukit mendengarkan suara Golado. Rabu, tiga puluh satu Desember dua ribu dua puluh lima malam, hujan turun tanpa jeda mengukir nganga luka. Dan Maninjau, sejak akhir November telah dilanda galodo. Gelisah dalam dekap banjir bandang dan galodo susulan susul menyusul. Dentuman itu, panggi memanggil Longsoran, bumi murka, berhembus di tepi bukit Kelok 25, di Jorong Kuok Tigo Koto, tempat tanah berbicara dengan bebatuan, mengalirkan lumpur dan kayu dalam naga deras menuju Muaro Pisang, di tepi Danau, yang diamnya bagai saksi bisu. Batu dan lumpur memeluk jalan utama, mengunci, memutus denyut kehidupan yang lalu-lalang, rumah-rumah, kedai, vila—semua luluh lantak, hingga rumah lenyap dalam amukan ibu bumi, sementara ratusan lainnya terjebak dalam pelukan lumpur kelabu. Di...

Peletakan Batu Pertama Gerai Koperasi Merah Putih Desa Pendem

Gambar
Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto sedang meletakkan batu pertama di pembangunan gerai Koperasi Merah Putih Desa Pendem  Kota Batu, Jumat - Peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu berlangsung khidmat di lokasi di sebelah Polindes, Jalan Tegal Gondo pada hari Jumat (2/1/2026).  Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang melibatkan sinergi Pemerintah Desa Pendem, Pemerintah Kota Batu, TNI Kodim 0818, Polres, Polsek dan berbagai instansi terkait dalam upaya mempercepat pembangunan ekonomi berbasis koperasi di tingkat desa. Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto, bersama OPD, TNI, Polri, Kades Pendem Tri Wahyuono Efendi, saat pecah tumpeng untuk menandai peletakan batu pertama di Koperasi Merah Putih Desa Pendem  Dalam sambutannya, Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuono Efendi, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Batu yang diwakili oleh Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto, serta duk...

Nala Festival 2025: Konser Amal dan Solidaritas untuk Sumatera

Gambar
BATU, – Menutup tahun 2025 dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian, organisasi penulis SATUPENA Jawa Timur bersama Komunitas Puisi Esai Jawa Timur (KPJ) sukses menggelar Nala Festival 2025, sebuah perhelatan budaya dan kemanusiaan yang memadukan seni sastra dengan aksi nyata solidaritas. Bertempat di Nala Eco Point, Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, Rabu malam (31/12), acara ini menjadi momen istimewa yang menyatukan beberapa peringatan besar: Hari Ulang Tahun ke-79 Armada Republik Indonesia, Hari Nusantara, dan Hari Puisi Esai yang ketiga.  Nala Festival 2025 tak sekadar menjadi ajang hiburan dan apresiasi budaya, tetapi juga menjadi panggung konser amal untuk membantu wilayah Sumatera yang tengah menghadapi musibah bencana alam. Sebagai respons atas kondisi darurat di Sumatera, komunitas sastra Jawa Timur mengambil peran penting dalam menggalang dana dan dukungan secara kreatif.  Gerakan ini diperkuat oleh kehadiran 16 kapal KRI TNI Angkatan Lau...