Postingan

PTM Gempar Gelar Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Gambar
Batu, — PTM Gempar, komunitas pecinta tenis meja yang berlatih di Balai Desa Pandan, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berdiri sejak 2019, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menggelar acara berbagi takjil dan buka puasa bersama pada momentum Ramadan tahun ini. Organisasi ini dikomandani oleh Cunarto dengan Biyanto sebagai penasehat. Menurut Cunarto, kegiatan sosial yang digelar pada Kamis (12/3/2026) bertujuan untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan, sekaligus berbagi berkah di bulan suci Ramadan. “Kami mengajak semua pihak untuk saling membantu dan merasakan kebahagiaan dalam berbagi. Ini bagian dari kontribusi kami kepada masyarakat,” ujar Cunarto. Sejak berdiri, PTM Gempar dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di bawah kepemimpinan Cunarto dan bimbingan Biyanto, komunitas ini terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan serta pemberdayaan masyarakat. “Acara berbagi takjil tahun ini...

Malam Lailatul Qadar: Menulis Sejarah Hidupku yang Tumbuh Bersama Alam Desa

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di malam yang penuh keberkahan, Lailatul Qadar, aku merenung dan menulis sejarah hidupku. Sebuah kisah sederhana tapi sarat makna, tentang tumbuh kembangku di desa yang masih dipeluk alam: pohon-pohon rindang, tumbuhan liar yang tak kenal lelah, sawah dan ladang yang menghampar, serta sungai Brantas yang setia mengalir. Dalam artikel ini, aku ingin berbagi refleksi tentang bagaimana alam desa bukan hanya menjadi latar hidup, tetapi juga guru dan penyambung jiwa. Pernahkah Anda merasa bahwa rumah bukan hanya sekadar bangunan? Bagi saya, rumah adalah desa tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, sebuah pangkuan alam yang menuntun langkah-langkah kecilku hingga dewasa.  Malam ini, di malam Lailatul Qadar yang istimewa, saya memilih menulis sejarah hidupku—sebuah perjalanan yang tak dapat dipisahkan dari jejak-jejak hijau dan gemericik aliran sungai Brantas. Sejak kecil, aku bermain di bawah pohon-pohon yang rindang, yang menjadi saksi bisu gelak tawak...

Malam Lailatul Qadar: Menulis Sejarah Hidupku yang Tumbuh Bersama Alam Desa

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di malam yang penuh keberkahan, Lailatul Qadar, aku merenung dan menulis sejarah hidupku. Sebuah kisah sederhana tapi sarat makna, tentang tumbuh kembangku di desa yang masih dipeluk alam: pohon-pohon rindang, tumbuhan liar yang tak kenal lelah, sawah dan ladang yang menghampar, serta sungai Brantas yang setia mengalir. Dalam artikel ini, aku ingin berbagi refleksi tentang bagaimana alam desa bukan hanya menjadi latar hidup, tetapi juga guru dan penyambung jiwa. Pernahkah Anda merasa bahwa rumah bukan hanya sekadar bangunan? Bagi saya, rumah adalah desa tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, sebuah pangkuan alam yang menuntun langkah-langkah kecilku hingga dewasa.  Malam ini, di malam Lailatul Qadar yang istimewa, saya memilih menulis sejarah hidupku—sebuah perjalanan yang tak dapat dipisahkan dari jejak-jejak hijau dan gemericik aliran sungai Brantas. Sejak kecil, aku bermain di bawah pohon-pohon yang rindang, yang menjadi saksi bisu...
Gambar
Oleh: Eko Windarto  Siapa sangka, daun kecil bernama kelor atau Moringa oleifera ini menyimpan kekuatan dahsyat yang bisa bikin tubuh kita jadi lebih sehat dan bugar? Dari kaya antioksidan hingga bantu turunkan gula darah, daun kelor punya segudang manfaat yang sayang banget untuk dilewatkan. Yuk, kita kulik tuntas mengapa daun kelor pantas jadi sahabat sehari-hari kamu! Pernah nggak sih kamu merasa overwhelmed karena banyak banget pilihan superfood di luar sana yang katanya bisa bikin hidup lebih sehat? Nah, di tengah persaingan sengit itu, daun kelor alias Moringa oleifera seringnya malah jadi silent hero yang nggak banyak dapet spotlight. Padahal, si kecil hijau ini punya segudang manfaat yang bikin para ahli gizi dan herbalist angkat jempol. 1. Kaya Antioksidan dan Nutrisi, Si Perisai Tubuh Daun kelor itu semacam pabrik mini nutrisi. Menurut studi dari Journal of Food Science and Technology, daun kelor mengandung vitamin A, C, E, serta mineral seperti kalsium, kaliu...

Perang di Tanah Persia: Syair Sunyi di Ambang Asa

Gambar
Karya: Eko Windarto  Di bawah langit kelabu Teheran yang terluka Asap mengepul, nyawa terbang, harap memudar senja. Februari, dua puluh dua puluh enam, Muskat dan Jenewa, bisik damai bersemi dalam senyap, namun rindu itu disayat peluru, tercabik oleh api tanpa belas. Di ruang yang sunyi, kata-kata menari, "Kesepakatan signifikan", dan janji-janji yang merintih! Dua hari kemudian, langit berubah sangar! Serangan menggema, nyanyian buruk perang berdentam. Uranium berkilat, berbisik potensi dan kutukan, dalam reruntuhan nuklir. Masa depan bergelimang pertentangan—antara dinginnya logika pengawasan, dan panasnya nafsu kekuasaan. Di sana, riuh dunia bertempur, mencari makna damai diantara geseran senjata. Malam itu, di antara jeritan rudal dan tangisan tanah, Suara-suara diplomasi tercekat, harapan bergelimang duka; Iran yang diasumsikan akan tunduk, Membangun semangat berperang, menganyam solidaritas perlawanan. Dan di sana, jauh di ujung dunia, Indonesia berdiri di p...

Brain Wash dan Komunitas Punk Kota Batu Bagikan Takjil Gratis, Tebar Semangat Ramadan

Gambar
Salah satu personil Brain Wash membagikan takjil ke pengendara sepeda motor yang lewat  Bulan Suci Ramadan 1447 H tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi banyak pihak untuk menebar kebaikan dan berbagi kebahagiaan. Tak hanya institusi resmi dan komunitas besar, ternyata komunitas punk di Kota Batu juga ikut ambil bagian dalam aksi sosial ini melalui kegiatan pembagian takjil gratis. Mengusung tagline #punkberbagi #punkpeduli, aksi yang digelar pada Minggu, 8/3/2026, bertepatan dengan pertengahan Ramadan ini, dikemas dengan nuansa musik ngabuburit oleh band-band punk lokal seperti Brain Wash, JenxTri Punk, Streithens, Bartender Disorder, Moral Marit, dan Power of Disability — band penyandang disabilitas.  Lokasi pembagian takjil berlangsung di depan Pondok Seni Galeri Raos, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman, perempatan BCA, yang menjadi pusat perhatian pengendara dan masyarakat sekitar. Vocalis sekaligus gitaris Brain Wash, Kurowo, menjelaskan bahwa keg...

Malam Lailatul Qadar: Keagungan dalam Keheningan yang Membelah Langit

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, adalah sebuah keajaiban dalam kesunyian malam yang penuh berkah dan rahmat. Artikel ini mengajak pembaca menyelami makna dan keistimewaan malam yang menjadi pintu pembuka cahaya ilmu dan ampunan, dengan bahasa puitis yang menggugah jiwa dan mengajak merenung dalam keheningan yang agung. Dalam pelukan malam yang sunyi, ketika bintang-bintang berkelip lembut menari di cakrawala, hadir sebuah malam yang penuh misteri dan rahmat—Malam Lailatul Qadar.  Ia bukan sekadar malam biasa, melainkan momentum agung di mana langit seolah menundukkan diri, membuka pintu-pintu kedamaian dan cahaya yang tak terhingga. Adalah suatu anugerah, ketika waktu seakan terhenti, dan kita diajak mengenal diri dalam ruang hening yang melampaui kata. Malam ini, malam yang disebut oleh Al-Qur’an sebagai “lebih baik dari seribu bulan” (QS Al-Qadr: 3), menawarkan kesempatan emas bagi manusia untuk kembali kepada fit...