Postingan

Jangan Libatkan DPRD, Pengacara Korban Tegaskan Hormati Proses Hukum Kasus Lapak PKL Batu

Gambar
Pasar Laron Wisata Kota Batu  Batu, — Kasus dugaan praktik jual beli lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Batu terus menjadi perhatian publik.  Desakan agar masalah ini diselesaikan secara hukum makin menguat, seiring tuntutan agar Pemerintah Kota Batu melakukan relokasi PKL guna mengembalikan fungsi fasilitas umum yang selama ini tersita. Kuasa hukum para korban sekaligus Ketua Bidang Hukum Perbakin Kota Batu, Suwito, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan fakta kepada aparat kepolisian.  Ia meminta Polres Batu mengusut tuntas siapa saja yang menjanjikan lapak, menerima uang, serta kemana aliran dana dugaan transaksi ilegal tersebut mengalir. “Dalam perkara dugaan jual beli lapak PKL Alun-Alun, kami mempercayakan sepenuhnya kepada penegak hukum. Polres Batu diharapkan membongkar siapa yang menjanjikan tempat, siapa yang menerima uang, dan kemana aliran dananya,” ujar Suwito kepada wartawan di Batu,...

Verifikasi Ulang PKL Alun-Alun Batu, Pemkot Hormati Proses Hukum

Gambar
Batu, — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menanggapi kasus dugaan praktik jual beli lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Batu yang tengah didalami oleh Polres Batu.  Selain menghormati proses hukum yang tengah berjalan, Pemkot Batu berencana melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh terhadap pedagang yang menempati lapak tersebut, mengingat lokasi itu merupakan aset milik pemerintah daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penataan dan pendataan ulang PKL menjadi langkah penting untuk memastikan pemanfaatan fasilitas publik sesuai aturan dan peruntukannya.  “Para PKL Alun-Alun nanti menjadi tugas dinas terkait untuk melakukan verifikasi ulang terhadap pedagang yang berjualan di sana. Lokasi tersebut adalah fasilitas milik pemerintah, sehingga harus dikelola secara transparan dan tertib,” tegas Heli Suyanto, yang akrab disapa Mas Wawa, usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Balaikota...

Ziarah Wali Songo: Menyelami Makna Spiritual dan Kekayaan Emosional di Balik Jejak Para Wali

Gambar
Oleh:Eko Windarto  Ziarah ke makam Wali Songo bukan sekadar ritual kunjungan kubur biasa. Praktik ini menyimpan makna mendalam sebagai refleksi kematian, keteladanan dakwah, dan sumber ketenangan batin. Melalui ziarah, kita diajak merenung, mendoakan, serta menghidupkan nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan modern. Berbicara tentang tradisi ziarah Wali Songo, kita sebenarnya memasuki sebuah perjalanan jiwa yang kaya akan nuansa spiritual dan emosional. Di balik tumpukan doa dan langkah kaki menuju makam para ulama besar penyebar Islam di Nusantara, tersimpan pelajaran tak ternilai tentang kehidupan, kematian, dan makna keberadaan manusia di muka bumi ini. Mengingat Kematian: Zikrul Maut Sebagai Pintu Kesadaran Salah satu inti dari ziarah kubur adalah tudzakkirul akhirah—pengingat akan kehidupan setelah kematian. Dalam kehidupan yang sibuk dan penuh distraksi, terkadang kita melupakan satu hal penting: semua akan meninggalkan dunia ini. Makam Wali Songo seperti S...

Apresiasi Kuasa Hukum atas Penanganan Kasus Jual Beli Lapak PKL oleh Polres Batu

Gambar
Bagas Dwi Cahyono, S.H, kuasa hukum korban dugaan jual beli lapak PKL Alun-Alun Kota Batu Batu, — Kinerja profesional, transparan, dan tegas yang ditunjukkan oleh tim penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Batu dalam mengusut dugaan jual beli lapak PKL di Alun-Alun Kota Batu mendapat apresiasi tinggi dari kuasa hukum para korban. Bagas Dwi Cahyono, S.H., kuasa hukum sejumlah korban dalam kasus ini, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolres Batu, Kasat Reskrim, dan seluruh jajaran penyidik Polres Batu yang telah bekerja dengan maksimal dan penuh keseriusan. Menurutnya, penanganan perkara ini berjalan cepat, teliti, dan terbuka, dengan memberikan ruang bagi korban lain untuk melaporkan dugaan praktik jual beli lapak yang diduga ilegal. “Penanganan perkara dugaan penipuan dan penggelapan jual beli lapak yang merupakan aset milik pemerintah daerah ini dilakukan secara intensif dan serius oleh Polres Batu. Kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ungkap Bagas saat ditem...

Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Mengintegrasikan Teknologi

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di era digital yang serba cepat, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Teknologi bisa menjadi jembatan agar pembelajaran agama makin menarik dan efektif, asalkan ada literasi digital yang memadai dan kesetaraan akses. Artikel ini mengupas secara ringan, tapi mendalam, bagaimana PAI bisa memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan esensi spiritualnya. 1. Era Digital dan Pendidikan Agama: Sebuah Pertemuan yang Tak Terelakkan Mungkinkah pendidikan agama yang selama ini identik dengan metode konvensional bisa menyatu dengan gadget dan internet? Jawabannya adalah “ya,” bahkan harus! Di tengah derasnya arus digital, kita tidak bisa menyangkal bahwa generasi muda kini hidup berdampingan dengan layar ponsel, sosial media, dan aplikasi belajar. Alih-alih melawan, lebih bijak jika Pendidikan Agama Islam ikut menyesuaikan diri agar pesan-pesan moral dan akidah bisa tersampaikan lebih efektif. UNESCO (2022) menegaskan pentingnya ...

Menggenggam Integritas: Perjalanan Bersama Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2026

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Dalam gemuruh dunia yang kian kompleks dan dinamis, integritas menjadi cahaya penuntun yang tak tergantikan—terutama dalam ranah pendidikan, di mana generasi muda menjejakkan kaki menuju masa depan. Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka ruang bagi kita semua, insan pendidikan, untuk menorehkan suara jujur mengenai kondisi integritas di sekolah kita. Mari bersama merenungkan arti kejujuran, keberanian menyuarakan kebenaran, dan kepedulian terhadap pendidikan berkarakter sebagai pondasi bangsa yang kokoh. Sapaan yang Menggetarkan Jiwa: Lebih dari Sekadar Survei Bayangkan sejenak, sebuah panggilan resmi datang menghampiri, memanggilmu dengan namamu sendiri—Halo, MOHAMMAD IQBAL KURNIAWAN. Sapaan ini bukan sekadar kalimat biasa, melainkan awal dari sebuah perjalanan hati dan pikiran. Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 bukan sekadar kuesioner yang wajib diisi,...

Tantangan Intelektual di Era Digital: Menyatukan Rasio dan Empati di Tengah Gelombang Informasi

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di era digital yang serba cepat dan penuh warna, kaum cendekiawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan berlapis. Fenomena masifnya penyebaran hoaks, polarisasi opini yang mengguncang media sosial, hingga menurunnya kualitas kesadaran sosial merupakan ujian hebat bagi intelektual masa kini. Mereka dituntut bukan hanya untuk adaptif dengan teknologi, tapi juga tetap teguh memegang prinsip-prinsip keilmuan dan integritas berpikir. Masifnya Hoaks: Ketika Informasi Menjadi Pisau Bermata Dua Informasi di era digital bersifat instan dan mudah diakses—itu fakta yang tak bisa dibantah. Namun di balik kemudahan itu tersimpan bahaya besar: hoaks yang bertebaran tanpa filter etis. Hoaks bukan hanya merusak reputasi individu atau kelompok, tapi juga menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap sumber pengetahuan yang valid. Paradoksnya, teknologi yang seharusnya membuka cakrawala ilmu, malah kadang menyuburkan perpecahan dan kebencian. Contoh nyat...