Bisikan Bayang yang Menggugat
Karya: Eko Windarto Dalam hening malam, Netanyahu mengirimkan panah kata—tajam, melesat tanpa ampun, “Waspadalah, Mojtaba, karena bayangku mengintai di setiap helai angin.” Ancaman bukan sekadar suara, melainkan gerimis hujan yang tetesannya menusuk kulit, semacam bisikan duri yang menggores nalar dan meremas jiwa. Di ujung samudra demokrasi, Trump mempersiapkan badai pembunuhan— operasi bayangan dengan palu besi yang dapat pecah kapan saja, seakan peta dunia adalah panggung sandiwara, dan kita hanya lakon kecil yang terpaksa menari. Dari layar kaca, Mojtaba muncul seperti fajar yang menggenggam obor keberanian— “Bangkitlah, nakhoda perlawanan, karena laut ini bukan untuk ditaklukkan.” Selat Hormuz bukan sekadar air yang mengalir, tapi sebuah denyut nadi yang bisa mematahkan rantai tirani. "Poros Perlawanan,” ia serukan, seperti mantra yang melingkar di angkasa, mengikat langit dan bumi dengan tali perasaan dan semangat yang lekas menyala. Ia memahat masa depan dengan...