Postingan

Pemdes Oro-Oro Ombo Tegaskan Pentingnya Sosialisasi Sebelum Pemanfaatan Lahan TPU Jalibar

Gambar
Batu, — Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) berencana menyediakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di kawasan Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.  Rencana ini melibatkan pemanfaatan lahan seluas sekitar dua hektar yang berasal dari Perhutani KPH Malang. Survei lokasi telah dilakukan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Oro-Oro Ombo dan Perhutani di lapangan.  Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menyatakan bahwa pihaknya pada dasarnya menyetujui rencana tersebut, namun dengan catatan penting bahwa sosialisasi kepada warga perlu dilakukan terlebih dahulu. "Lokasi yang direncanakan berada di Jalibar, tepatnya di sebelah barat Megastar, dengan luas sekitar dua hektar. Status lahan merupakan milik Perhutani, dan secara administratif masuk dalam wilayah Desa Oro-Oro Ombo," ujar Wiweko kepada awak media, Kamis (23/7). Wiweko menegaskan bahwa walaupun lahan dimiliki oleh Perhutani, masyarakat Desa Oro-Oro...

Muhammad Defri Andika, Mahasiswa UIN Suska Riau, Raih Top 8 dan Gelar Putera Kebudayaan Photogenic Riau 2026

Gambar
PEKANBARU – Malam puncak Grand Final Putera Puteri Kebudayaan Riau 2026 berlangsung meriah di Anjungan Seni Idrus Tintin, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (11/6/2026).  Dalam acara yang sarat nuansa budaya ini, Muhammad Defri Andika, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Suska Riau, tampil memukau dan berhasil menembus jajaran Top 8 sekaligus meraih gelar spesial Putera Kebudayaan Photogenic Riau 2026. Defri, sapaan akrabnya, menyatakan rasa syukur dan rendah hatinya atas pencapaian tersebut.  "Walaupun saya belum berhasil menjadi pemenang utama, saya sangat bersyukur bisa meraih gelar Putera Kebudayaan Photogenic Riau 2026. Memang ada sedikit rasa kecewa, tapi kekecewaan ini justru menjadi motivasi besar untuk berkembang lebih baik ke depannya," ujarnya. Mahasiswa UIN Suska Riau ini menegaskan bahwa gelar tersebut bukanlah akhir, melainkan sebuah awal. "Menjadi Putera Kebudayaan Photogenic adalah kehormatan ...

Warga Kota Batu, Faiq, Viral dengan Konten Jualan Kambing Sambil Berdakwah di Instagram dan TikTok

Gambar
Batu, — Sosok Faiq, warga Jalan Abdul Gani, Gang II, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendadak viral di media sosial Instagram dan TikTok. Dalam waktu hanya beberapa jam, akun Instagram @bangfaiq_batu dan TikTok Bang Faiq miliknya mengalami lonjakan pengikut hingga mencapai ribuan followers. Kesederhanaan konten yang diunggah menjadi salah satu kunci popularitasnya. Faiq membagikan video dan foto aktivitas sehari-harinya bersama kambing-kambing yang dijual. Penampilannya yang khas dengan gamis dan rambut gondrong, serta gaya penyampaian santun yang dikombinasikan dengan dakwah membuat kontennya unik dan autentik.  Lewat akun tersebut, ia mengedukasi sekaligus memberikan wawasan ajaran agama Islam dalam konteks sehari-hari. Fenomena viral ini menarik perhatian banyak warganet dan memicu beragam komentar positif. Banyak netizen menyatakan tertarik mengikuti akun Faiq karena kontennya terasa sederhana, apa adanya, dan berbeda dari konten media sosial pada umum...

4 Rekomendasi Makanan yang Bisa Meningkatkan Kesehatan Mata: Nutrisi untuk Mata Sehat di Era Digital

Gambar
Di zaman sekarang, di mana layar gadget dan komputer sudah menjadi teman sehari-hari, menjaga kesehatan mata menjadi suatu keharusan. Salah satu cara efektif yang sering terabaikan adalah melalui asupan makanan bernutrisi. Artikel ini mengupas empat jenis makanan yang tidak hanya menggoyang lidah, tapi juga memperkuat mata agar tetap tajam dan sehat. Yuk, simak dan mulai rawat mata kamu dengan cara yang simpel tapi ampuh! Mata dan Era Digital: Kenapa Kita Perlu Peduli? Kita semua tahu, layar gadget, laptop, dan bahkan televisi sudah nempel pada rutinitas harian kita. Riset dari American Optometric Association mengatakan bahwa sekitar 58% orang mengalami Digital Eye Strain alias ketegangan mata digital setelah menatap layar lebih dari 2 jam sehari. Lelah mata, penglihatan kabur, dan bahkan sakit kepala adalah tanda-tanda yang lazim muncul. Tapi jangan khawatir—nutrisi yang tepat bisa menjadi "pelindung" alami bagi mata kamu. 1. Wortel: Si Ikonik Pembela Mata Mari m...

Esensi Jiwa yang Kosong di Tengah Dunia Virtual yang Terus Berlari: Sebuah Renungan Kontemporer

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di era digital dimana kecepatan internet dan teknologi merajai seluruh aspek kehidupan, jiwa manusia sering kali terseret ke dalam kekosongan spiritual yang tak terpenuhi. Artikel ini mengajak pembaca menengok dari kacamata spiritual, sosial, dan psikologis bagaimana dunia yang serba cepat ini memengaruhi esensi jiwa. Lebih jauh lagi, dibahas pula solusi tepat mengisi kekosongan ini dengan cara yang sejalan dengan perkembangan zaman, agar kita tetap bisa berjalan presisi antara dunia nyata, spiritual, dan virtual. Melaju Di Kecepatan Cahaya, Tapi Mengapa Jiwa Tersendat? Teknologi terus mengebut tanpa rem, internet yang super cepat membuka dunia dalam genggaman. Kita bisa terhubung ke sudut mana pun di planet ini dalam hitungan detik, memindahkan data secepat kilat, tapi kenapa rasanya semakin sepi di dalam? Jiwa yang dulu bernyawa, kini berhimpit di layar yang menghamparkan notifikasi tanpa henti. Di balik layar ponsel dan laptop yang selalu "on...

Bayang-Bayang Dana di Balik Lantang Suara

Gambar
Karya: Eko Windarto  Di persimpangan jalan-jalan berdebu negeri, terdengar gema suara-suara yang menuntut, di mana darah dan asa bertemu dalam satu tarian protes, dan di balik itu, tangkai-tangkai bisik mengalir senyap. Abdimaludin, nama yang melayang seperti angin, menuturkan kisah tentang uang  dua puluh juta yang tak sekadar angka, tapi sebuah cerita tentang harapan yang dibeli dan kepercayaan yang dipertaruhkan. Bukan hanya dia yang menggenggam lembaran itu, namun bagian-bagian kecil dari jiwa yang berjuang, dibagi dalam langkah-langkah yang tergesa, terganjal dalam jaringan politik dan motif yang rumit. Ada serpihan tanya yang mengusik malam, apakah suara itu murni, atau terjamah oleh bayang-bayang suap? Apakah perjuangan ini sekadar topeng permainan, atau kewarasan yang coba bertahan di tengah derasnya arus kepentingan? Rektor Daniel Panda, saksi bisu ranah akademis, mengungkap alur sisa-sisa uang yang mengalir, menjadi beban dan misteri di balik layar demons...

Mengawali Perjalanan Antologi Sajak Kelana

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa, kami mempersembahkan antologi Sajak Kelana, rangkaian puisi yang mengalun lirih dan bergemuruh dalam irama rindu dan perjuangan. Di setiap baitnya tergurat sendu hati seorang pengembara yang meninggalkan pelabuhan asal demi menapaki jalan asing penuh liku—tanah yang tidak mengenal doanya, namun menjadi saksi bisu perih yang harus ditelan. Sajak-sajak ini bukan sekadar kata-kata yang terangkai indah, melainkan suara yang melintas batas ruang dan waktu, menguak makna perantauan yang kebanyakan dari kita pernah rasakan. Amarah yang membakar, rindu yang menyelinap diam-diam, putus asa yang mencoba merenggut semangat—semua terpadu dalam simfoni pergulatan jiwa yang memaksa kita bertanya kembali, “Apa arti sebuah perjalanan dan siapa kita di tengah arus kehidupan?” Melalui Antologi Sajak Kelana, pembaca diajak menyelami lebih dalam keheningan yang terkadang terlupakan di tengah gemerlap kota, meresapi k...