Jaran Kacang Menari dalam Kirab Sedekah Bumi Desa Bedali
Pada Sabtu pagi, 20/6/2026, Desa Bedali di Lawang membuka lembaran cerita penuh harmoni. Bersih Desa pun bermula, dengan kirab berirama—mengalir bagai sungai menuntun syukur atas limpahan bumi yang berbuah dan bersemi. Dalam barisan grebeg gunungan, tumpah ruah hasil bumi diletakkan dengan makna: polowijo, buah-buahan segar, sayur mayur hijau; semuanya berpadu dalam bentuk kerucut, bagai bukit kecil yang mengundang doa. Namun, sesekali, gunungan berubah wujud, melintas batas konvensi—menjadi hidup dalam rupa-rupa binatang. RW 3 menjelma tikus, lentur dan lincah; RW 10 membentangkan naga ular, berliku penuh kekuatan yang membelah angin. Tapi yang paling mencuri nyawa mata dan hati adalah dari RW 4, Kampung Karya, yang memahat gunungan menjadi seekor kuda berdiri menjingkrak—Si Jaka, Jaran Kacang. Kuda ini bukan dari besi atau kayu, melainkan dari rerimbunan kacang panjang, benang alam yang diikat erat oleh peluh dan cinta warga. Seratus kilogram kacang panjang, lima puluh ki...