Waspada Post Truth di Era Media Sosial
Oleh: Eko Windarto Di era digital yang serba cepat ini, kita sering kali dihadapkan pada arus informasi yang begitu deras. Namun, pernahkah Anda merasa bahwa kadang-kadang apa yang kita yakini sebagai kebenaran ternyata hanya sebatas lapisan tipis dari kebohongan yang dibalut sedemikian rupa agar tampak meyakinkan? Fenomena inilah yang kini dikenal dengan istilah post truth. Sebuah istilah yang mungkin terdengar teknis, tapi sejatinya sudah menjadi bagian dari keseharian kita, terutama dalam penggunaan media sosial. Apa itu Post Truth? Sebuah Awal yang Menggelisahkan Istilah post truth pertama kali diperkenalkan oleh Steve Tesich pada tahun 1992 dalam esainya berjudul The Government of Lies. Ia menulis dalam konteks Perang Teluk, melukiskan kegelisahan terhadap propaganda yang membingungkan fakta dan kebohongan. Tesich memperingatkan bahwa kita tengah hidup di dunia di mana fakta objektif tidak lagi menjadi pusat perhatian; melainkan, perasaan dan keyakinan...