Postingan

Travoy: Teman Perjalanan Sepenuh Hati dari Jasa Marga

Gambar
Tol Karanglo, Malang-Surabaya malam hari  Oleh: Eko Windarto  Memasuki usia ke-48, Jasa Marga tak sekadar menjadi pengelola jalan tol biasa, melainkan bertransformasi menjadi mitra perjalanan masyarakat yang berkomitmen penuh melayani. Dengan hadirnya ekosistem digital Travoy Apps, Jasa Marga memberikan sentuhan revolusioner dalam pengalaman berkendara di jalan tol.  Lebih dari sekadar sampai tujuan, Travoy mengajak pengguna menikmati proses perjalanan dengan penuh makna—dengan kemudahan akses informasi, kenyamanan layanan Travoy Rest yang terus diperbaiki, serta komitmen menjaga lingkungan. Mari kita telusuri bagaimana inovasi ini memberi warna baru dalam perjalanan tol yang sepenuh hati dan berkelanjutan. Melangkah Bersama Jasa Marga Menuju Era Pelayanan Sepenuh Hati Siapa bilang perjalanan di jalan tol hanyalah soal bergegas sampai titik akhir? Jasa Marga, dalam 48 tahun pengabdiannya, ingin membuktikan bahwa setiap kilometer di tol adalah cerita yang berha...

Satresnarkoba Polres Batu Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Pil Ekstasi 40 Butir

Gambar
Batu, – Keberhasilan Satresnarkoba Polres Batu dalam mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi patut mendapat apresiasi. Tim Satresnarkoba Polres Batu berhasil menggagalkan peredaran 40 butir pil ekstasi yang beredar di wilayah hukum Polres Batu. Kapolres Batu, AKBP Dr. Aries Purwanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasatresnarkoba Polres Batu, Iptu Bobby Abadi Rustam, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pelaku berinisial SA berhasil diamankan di Jalan Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. "Dari tangan pelaku kami amankan 40 butir pil ekstasi yang dikemas dalam plastik klip bening," ujar Iptu Bobby, Rabu (15/4/2026). Pelaku langsung dibawa ke Polres Batu untuk proses penyidikan lebih lanjut. Ps. Kasi Humas Polres Batu, M. Huda Rohman menambahkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada akhir Januari 2026 terkait aktivitas mencurigakan yang diduga transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Batu. "Tim Satresnarkoba Polres Batu kemudi...

Senja di Selat Hormuz

Gambar
Karya: Eko Windarto  Di cakrawala politik yang bergolak Trump berdiri dengan janji di bibirnya “Tenggat waktu Selasa malam,” gumamnya Bagaikan pedang yang menyayat udara malam Iran, negeri nan berperang dalam bayang-bayang nuklir Diminta menanggalkan jangan sampai bara senjata itu membakar Menyerahkan harapan damai yang terbingkai dalam kata gencatan Dan membuka gerbang Selat Hormuz, alur minyak dunia, tersekat di tengah samudera. Namun, di balik janji yang disulut api Para kritikus bersuara lantang, menggelar tafsir kelam: Serangan pada pembangkit listrik sipil Adalah kejahatan perang, noda hitam kemanusiaan yang tak terhapus dan terlupakan  Trump membantah kata-kata itu dengan keras kepala,l Seolah setiap kebisingan itu hanya gema kosong di ruang yang sunyi Dunia merenung, di mana batas antara kekuasaan dan kemanusiaan Antara ancaman dan harapan, antara perang dan damai? Janji yang terucap adalah lebih dari sekadar kata,l Mereka adalah bahas malapetaka dan harapa...

Dalam Bayang-Bayang Gencatan Senjata: Ketegangan dan Ironi di Lebanon

Gambar
  Oleh: Eko Windarto  Ketika gencatan senjata antara Amerika, Israel dan Iran seharusnya menjadi jembatan damai, kenyataannya justru mencerminkan paradoks konflik yang tak kunjung usai.  Serangan Israel di Lebanon yang menewaskan 200 orang menjadi contoh tragis bagaimana perbedaan tafsir terhadap kesepakatan bisa menyebabkan ketegangan yang meluap-luap di arena regional.  Artikel ini mengajak kita merenung lebih dalam tentang dinamika kekerasan dan diplomasi yang berjalan beriringan, serta dampaknya terhadap harapan perdamaian yang seakan terus diujung tanduk. Gencatan Senjata: Janji dan Realita Di tengah derasnya sorotan media dan janji-janji pencapaian damai, serangan Israel di Lebanon yang menewaskan sekitar 200 orang seolah mempertegas satu hal yang sulit kita sangkal: gencatan senjata hanyalah sebuah kata indah yang kadang dipenuhi interpretasi berbeda, bahkan pertentangan mendalam. Dalam teori, gencatan senjata adalah momentum untuk bernafas lega, s...

LSM Malang Raya Dukung Kejari Batu Usut Dugaan Korupsi Kios Pasar Among Tani

Gambar
Pers rilis Ketua Ormas GRIB JAYA Kabupaten Malang, Damanhuri Jab bersama LSM dan Ormas BATU – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Malang Raya memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu dalam menuntaskan dugaan korupsi jual beli kios di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu. LSM yang tergabung di antaranya LSM Alab–Alab Kota Batu, Organisasi Masyarakat (Ormas) GRIB JAYA, Pemuda Pancasila Kota Batu, Nusantara Bersatu, dan Forum Peduli Negeri (FPN) ini secara kompak menyatakan apresiasi terhadap keberanian Kejari Batu mengungkap praktik dugaan korupsi yang tengah melibatkan oknum di Kota Batu. Mereka mendesak agar kasus ini diusut secara tuntas tanpa kompromi, tebang pilih, dan tanpa pandang bulu. Komitmen ini disampaikan langsung dalam konferensi pers Selasa (7/4/2026). Ketua GRIB JAYA Kabupaten Malang, Damanhuri Jab menegaskan komitmennya mengawal kasus ini hingga penetapan tersangka.  “Kami hadir hari ini untuk mendukung penuh...

12 Pedagang Pasar Among Tani Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Kios

Gambar
Saat Kasi Intel Kejari Batu, Wisnu Sanjaya, S.H., M.H tengah diwawancarai awak media.  BATU– Setelah sebelumnya memeriksa lima Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu pada Senin (6/4/2026) lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu kini melanjutkan pemeriksaan terhadap 12 orang pedagang Pasar Induk Among Tani. Pemeriksaan ini terkait dengan dugaan korupsi dan penyimpangan dalam jual beli kios serta los di pasar tersebut yang tengah menjadi sorotan publik. Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, Wisnu Sanjaya, S.H., M.H., menjelaskan tujuan pemanggilan para pedagang.  “Kami ingin menggali sejauh mana adanya peristiwa hukum dalam dugaan kasus ini,” ujarnya saat ditemui Selasa (7/4/2026). Hingga saat ini, Kejari telah meminta keterangan enam pedagang dan akan melanjutkan pemeriksaan enam pedagang lainnya dalam waktu dekat, sehingga total menjadi 12 orang. Mengenai identitas para pedagang yang diperiksa, Kejari memilih untuk tidak mengungkapnya demi menjaga proses penyelidikan y...

Di Antara Perang dan Damai: Refleksi Konflik Iran-Amerika”

Gambar
Karya: Eko Windarto  Di bawah langit yang memerah oleh kabut senja Masoud Pezeshkian berdiri, megah dan tegar, mengangkat tiga syarat—seperti mantra dan doa, hak yang dulu hilang, ganti rugi yang terlupakan, janji ketenangan yang harus diikat dalam perjanjian dunia. Sejak 28 Februari, dunia bagai bola api yang meledak-ledak. Seribu dua ratus nyawa hilang bagaikan butiran pasir Jeritan mereka menggema di lembah waktu Namun, di balik pidato kemenangan Donald Trump, terdengar dentuman peluru belum bernyanyi habis. Apa arti ‘kemenangan’ ketika darah masih mengalir? Apakah ia seperti bayangan yang menari di dinding, indah namun hampa, nyata tapi palsu? Perang ini bukan sekadar duel senjata  Ia adalah perang diam di ruang-ruang hati Perang jiwa yang retak oleh dendam dan luka Di antara kehancuran, suara-suara terpinggirkan menuntut Putri Bung Hatta dan istri Munir mendesak solidaritas Namun apakah kita hanya mampu menyimak? Ataukah kita berani membuka mata kita? Melihat ...