Kesunyian Anak di Batas Senja
Karya: Eko Windarto Dalam keheningan sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, sebuah kisah pilu terukir—seorang siswa SD bernama YBR, berusia sepuluh tahun, mengakhiri hidupnya. Dalam secarik kertas kecil, tersirat asa dan beban yang tak terkatakan: buku dan pulpen sebagai kebutuhan sederhana tapi berarti. Kisah ini membuka mata kita pada luka terdalam dunia pendidikan dan sosial, yang luput dari perhatian. Puisi esai ini mencoba merangkum rasa duka dan refleksi atas peristiwa tersebut, mengajak kita merenung tentang perlunya kepekaan dan perhatian sejati bagi setiap anak di pelosok negeri. Di balik hijau ladang dan bambu berdiri tegak Terselip kisah senyap dari seorang bocah kecil—YBR namanya Sepuluh tahun usianya, hidupnya sederhana Namun beban di pundaknya, lebih berat dari masa depan yang ia dambakan. Pulpen dan buku—lembaga kecil harapan sekolah Tersurat dalam fragmen tulisan tangan yang sunyi Sebuah permohonan tanpa suara, tanpa teriak Menjadi saksi bisu d...