Postingan

4 Tips Praktis Mengolah Strawberry agar Rasanya Juara

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Buah strawberry memang idola banyak orang karena rasanya yang manis segar dengan sentuhan asam khas. Namun, kombinasi rasa ini kadang membuat orang ragu saat ingin mengolahnya menjadi camilan atau hidangan lezat.  Tenang saja! Dengan beberapa trik sederhana, kamu bisa menyulap strawberry jadi sajian istimewa yang menggoyang lidah. Yuk, ikuti 4 tips mudah berikut agar cita rasa strawberry makin nikmat dan siap memikat siapa saja yang menyantapnya! Siapa yang tidak suka strawberry? Buah mungil dengan warna merah cemerlang ini memang selalu berhasil mencuri perhatian. Rasanya yang perpaduan manis dan sedikit asam membuat strawberry jadi favorit banyak orang, baik dimakan langsung maupun dijadikan bahan berbagai hidangan. Tapi, bagaimana cara mengolah strawberry supaya rasa asamnya tidak mendominasi dan justru membuat hidangan makin lezat? Di bawah ini, saya bakal kasih tips mudah yang bisa kamu praktikkan kapan saja! 1. Pilih Strawberry yang Super ...

Mengapa Mobil Klasik Tetap Menjadi Primadona di Era Modern?

Gambar
Mobil klasik Fort Mustang Oleh: Eko Windarto  Mobil klasik bukan hanya sekadar kendaraan; mereka adalah simbol sejarah, keunikan, dan seni otomotif yang tak lekang oleh waktu. Meskipun teknologi mobil modern menawarkan kenyamanan dan performa tinggi, daya tarik mobil klasik tetap kuat. Dalam artikel ini, kita membedah alasan-alasan mengapa mobil klasik masih begitu istimewa dan banyak digemari hingga kini. Ada sesuatu yang magis dan tak tergantikan dalam pesona mobil klasik. Apakah Anda pecinta otomotif sejati, pengoleksi, atau sekadar pengagum estetika roda empat masa lalu, mobil klasik punya daya tariknya sendiri yang selalu memikat hati dan jiwa.  Di tengah gegap gempita inovasi teknologi kendaraan modern—dari mobil listrik hingga fitur autonomous driving—mobil klasik tetap berkilau seperti berlian langka. Mari kita telusuri bersama alasan utama kenapa mobil klasik masih bertahan dan digandrungi hingga hari ini. 1. Nilai Sejarah dan Nostalgia: Mesin Waktu di Ten...

Berbagi Takjil Gratis: Sekber LIPAN-RI Tebar Berkah di Kota Batu

Gambar
Aries Pratomo, Kepala Kordinator Wilayah Malang Raya, saat membagikan takjil pada pengendara yang melintas  Pada hari Minggu yang penuh berkah, 15/3/2026, udara Kota Batu menjadi saksi bisu dari sebuah gerakan penuh kasih yang lahir dari Sekretariat Bersama (SEKBER) Media Online Kota Batu bersama Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (LIPAN-RI).  Di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, ratusan takjil gratis dibagikan dengan tangan terbuka kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas, sebagai simbol kepedulian yang tulus di bulan suci Ramadan. Kepala Koordinator Wilayah Malang Raya, Aries Pratomo, dengan hangat menyuarakan tujuan mulia kegiatan ini: “Di bulan yang penuh rahmat ini, kami ingin menebar kebahagiaan dan rasa peduli kepada sesama. Sebuah langkah kecil namun sarat makna, untuk mengingatkan kita semua akan indahnya berbagi dan merawat kebersamaan.” Semangat yang mengalir dalam pembagian ta...

Bisikan Bayang yang Menggugat

Gambar
Karya: Eko Windarto  Dalam hening malam, Netanyahu mengirimkan panah kata—tajam, melesat tanpa ampun, “Waspadalah, Mojtaba, karena bayangku mengintai di setiap helai angin.” Ancaman bukan sekadar suara, melainkan gerimis hujan yang tetesannya menusuk kulit, semacam bisikan duri yang menggores nalar dan meremas jiwa. Di ujung samudra demokrasi, Trump mempersiapkan badai pembunuhan— operasi bayangan dengan palu besi yang dapat pecah kapan saja, seakan peta dunia adalah panggung sandiwara, dan kita hanya lakon kecil yang terpaksa menari. Dari layar kaca, Mojtaba muncul seperti fajar yang menggenggam obor keberanian— “Bangkitlah, nakhoda perlawanan, karena laut ini bukan untuk ditaklukkan.” Selat Hormuz bukan sekadar air yang mengalir, tapi sebuah denyut nadi yang bisa mematahkan rantai tirani. "Poros Perlawanan,” ia serukan, seperti mantra yang melingkar di angkasa, mengikat langit dan bumi dengan tali perasaan dan semangat yang lekas menyala. Ia memahat masa depan dengan...

PTM Gempar Gelar Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Gambar
Batu, — PTM Gempar, komunitas pecinta tenis meja yang berlatih di Balai Desa Pandan, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berdiri sejak 2019, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menggelar acara berbagi takjil dan buka puasa bersama pada momentum Ramadan tahun ini. Organisasi ini dikomandani oleh Cunarto dengan Biyanto sebagai penasehat. Menurut Cunarto, kegiatan sosial yang digelar pada Kamis (12/3/2026) bertujuan untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan, sekaligus berbagi berkah di bulan suci Ramadan. “Kami mengajak semua pihak untuk saling membantu dan merasakan kebahagiaan dalam berbagi. Ini bagian dari kontribusi kami kepada masyarakat,” ujar Cunarto. Sejak berdiri, PTM Gempar dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di bawah kepemimpinan Cunarto dan bimbingan Biyanto, komunitas ini terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan serta pemberdayaan masyarakat. “Acara berbagi takjil tahun ini...

Malam Lailatul Qadar: Menulis Sejarah Hidupku yang Tumbuh Bersama Alam Desa

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di malam yang penuh keberkahan, Lailatul Qadar, aku merenung dan menulis sejarah hidupku. Sebuah kisah sederhana tapi sarat makna, tentang tumbuh kembangku di desa yang masih dipeluk alam: pohon-pohon rindang, tumbuhan liar yang tak kenal lelah, sawah dan ladang yang menghampar, serta sungai Brantas yang setia mengalir. Dalam artikel ini, aku ingin berbagi refleksi tentang bagaimana alam desa bukan hanya menjadi latar hidup, tetapi juga guru dan penyambung jiwa. Pernahkah Anda merasa bahwa rumah bukan hanya sekadar bangunan? Bagi saya, rumah adalah desa tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, sebuah pangkuan alam yang menuntun langkah-langkah kecilku hingga dewasa.  Malam ini, di malam Lailatul Qadar yang istimewa, saya memilih menulis sejarah hidupku—sebuah perjalanan yang tak dapat dipisahkan dari jejak-jejak hijau dan gemericik aliran sungai Brantas. Sejak kecil, aku bermain di bawah pohon-pohon yang rindang, yang menjadi saksi bisu gelak tawak...

Malam Lailatul Qadar: Menulis Sejarah Hidupku yang Tumbuh Bersama Alam Desa

Gambar
Oleh: Eko Windarto  Di malam yang penuh keberkahan, Lailatul Qadar, aku merenung dan menulis sejarah hidupku. Sebuah kisah sederhana tapi sarat makna, tentang tumbuh kembangku di desa yang masih dipeluk alam: pohon-pohon rindang, tumbuhan liar yang tak kenal lelah, sawah dan ladang yang menghampar, serta sungai Brantas yang setia mengalir. Dalam artikel ini, aku ingin berbagi refleksi tentang bagaimana alam desa bukan hanya menjadi latar hidup, tetapi juga guru dan penyambung jiwa. Pernahkah Anda merasa bahwa rumah bukan hanya sekadar bangunan? Bagi saya, rumah adalah desa tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, sebuah pangkuan alam yang menuntun langkah-langkah kecilku hingga dewasa.  Malam ini, di malam Lailatul Qadar yang istimewa, saya memilih menulis sejarah hidupku—sebuah perjalanan yang tak dapat dipisahkan dari jejak-jejak hijau dan gemericik aliran sungai Brantas. Sejak kecil, aku bermain di bawah pohon-pohon yang rindang, yang menjadi saksi bisu...