Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

Briptu Mohamad Irfan Nafiyanto, S.Kom., Ibu dan adiknya Letda Laut (S) Anwar Zaki Rusdiyanto bersama anak-anak 

Almarhum Letkol Arh (Purn) Sukamto ST, seorang purnawirawan TNI yang gigih sebagai pemerhati pendidikan anak-anak SD di lingkungannya, meninggalkan warisan berharga berupa semangat membangun ruang belajar untuk anak-anak yang dilaunching, Sabtu, 10/1/2026, di jalan, Mawar 22, Dusun Sekar Putih, RT 33. RW. 08. Pendem. Kec. Junrejo. Kota Batu.

Kini, semangat tersebut diteruskan oleh keluarga dan para relawan, dengan harapan mampu memperluas jangkauan belajar hingga ke RT dan RW lainnya, serta terus menggalang dukungan berupa buku dan alat tulis untuk mendukung kualitas pendidikan anak-anak setempat.

Dalam jejak langkah sang purnawirawan, Letkol Arh (Purn) Sukamto ST, tersimpan kisah tentang kepedulian yang mendalam pada pendidikan anak-anak SD di lingkungan sekitar. 

Semasa hidupnya, ia dikenal tak hanya sebagai sosok militer yang disiplin, tetapi lebih dari itu, sebagai pemerhati pendidikan yang selalu mendorong agar anak-anak di sekitarnya mendapatkan akses belajar yang layak.
Briptu Mohamad Irfan Nafiyanto, S.Kom., menyampaikan pesan almarhum yang begitu sederhana namun mendalam: “Jadilah bermanfaat di tempatmu berada.”

Sebuah kalimat yang mungkin tampak biasa, namun mengandung filosofi besar tentang peran serta tanggung jawab sosial. 

Menurut Irfan, semangat ini tak hanya harus berhenti di satu titik lokasi. 

“Kalau tempat ini berjalan lancar, kita ingin merambat ke RT dan RW lain, agar lebih banyak anak bisa belajar di sini,” tambahnya dengan penuh harap.

Ruang belajar yang dibangun atas nama almarhum adalah murni wadah belajar bagi anak-anak SD di lingkungan tersebut, menyediakan fasilitas belajar yang selama ini sulit dijangkau oleh keluarga kurang mampu. 

Tak hanya sebagai tempat, ruang ini juga lahir dari semangat berbagi, yang terus dijaga oleh keluarga almarhum dan para pendukungnya.
Letda Laut (S) Anwar Zaki Rusdiyanto, salah satu keluarga almarhum, juga menyampaikan komitmen keluarga untuk turut aktif dalam menyumbangkan buku dan alat tulis. 

“Almarhum memang sering berbagi buku dan alat tulis kepada anak-anak sekolah di sekitar, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kini, kami mencoba meneruskan semangat itu dengan mengumpulkan bantuan yang akan kami salurkan untuk para siswa di rumah belajar ini,” ujarnya.

Kisah ini bukan sekadar tentang sebuah ruang belajar—ini adalah tentang bagaimana satu visi dan filosofi hidup bisa berubah menjadi aksi nyata yang mengayomi masyarakat luas. 

Di tengah tantangan pendidikan yang masih menjadi isu utama di berbagai wilayah, inisiatif seperti ini jadi contoh konkret bahwa perubahan itu bisa dimulai dari lingkup terkecil: lingkungan kita sendiri.

Jika Anda pernah bertanya-tanya, “Apa artinya menjadi bermanfaat bagi lingkungan?” Semangat almarhum purnawirawan Letkol Arh (Purn) Sukamto ST mengajarkan kita bahwa manfaat itu bisa sesederhana menyediakan ruang belajar, membagikan buku, atau sekadar menginspirasi orang lain untuk bergerak bersama.

Mari kita dukung dan sebarkan kisah ini, agar semangat berbagi dan peduli pendidikan terus bergema. Karena, pada akhirnya, pendidikan bukan hanya hak setiap anak, melainkan juga kepentingan kita bersama—penentu masa depan yang lebih cerah.

Penulis: Win

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi

Melampaui Kanvas: Bagaimana Anang Prasetyo Membuka Pintu Jiwa Melalui Seni