Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Mau nawarin buku kumpulan ESAI saya di Kompasiana dengan harga Rp 60.000. Monggo yang berminat langsung WA saya di dalam cover ini.
Briptu Mohamad Irfan Nafiyanto, S.Kom., Ibu dan adiknya Letda Laut (S) Anwar Zaki Rusdiyanto bersama anak-anak Almarhum Letkol Arh (Purn) Sukamto ST, seorang purnawirawan TNI yang gigih sebagai pemerhati pendidikan anak-anak SD di lingkungannya, meninggalkan warisan berharga berupa semangat membangun ruang belajar untuk anak-anak yang dilaunching, Sabtu, 10/1/2026, di jalan, Mawar 22, Dusun Sekar Putih, RT 33. RW. 08. Pendem. Kec. Junrejo. Kota Batu. Kini, semangat tersebut diteruskan oleh keluarga dan para relawan, dengan harapan mampu memperluas jangkauan belajar hingga ke RT dan RW lainnya, serta terus menggalang dukungan berupa buku dan alat tulis untuk mendukung kualitas pendidikan anak-anak setempat. Dalam jejak langkah sang purnawirawan, Letkol Arh (Purn) Sukamto ST, tersimpan kisah tentang kepedulian yang mendalam pada pendidikan anak-anak SD di lingkungan sekitar. Semasa hidupnya, ia dikenal tak hanya sebagai sosok militer yang disiplin, tetapi lebih dar...
Suela, 2 Oktober 2025 – Pemerintah Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, di bawah kepemimpinan Penjabat Sementara (PjS) Kepala Desa Mulyadi, berkomitmen menjaga akuntabilitas pengelolaan dana desa. Hal ini dibuktikan dengan pemasangan imbauan terbuka bertuliskan: “Jangan main-main dengan uang rakyat. Dana desa untuk membangun desa, bukan untuk dikorupsi,” yang dipasang di sejumlah lokasi strategis desa. Imbauan ini ditujukan bukan hanya bagi perangkat desa dan lembaga masyarakat, tetapi juga seluruh warga agar bersama-sama mengawal penggunaan dana desa sesuai aturan yang berlaku. Mulyadi menegaskan, keterbukaan dan disiplin dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci utama agar manfaat dana desa benar-benar dirasakan seluruh masyarakat. "Dana desa adalah amanah rakyat. Tidak boleh ada celah penyalahgunaan. Transparansi dan pengawasan bersama menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan maksimal," ujar Mulyadi saat ditemui di kantor Desa Punc...
“Tak Sengguh Kemanten Anyar” (2025) — Anang Prasetyo mempersembahkan karya ini sebagai simbol pergulatan batin dan pencarian jati diri dalam menghadapi transformasi hidup. Dengan teknik impasto dan perpaduan warna merah marun serta gelap, lukisan ini mengundang penikmatnya untuk menyelami ketidakpastian dan keheningan spiritual yang mendalam. Oleh: Eko Windarto Melukis bukan semata soal menghasilkan karya visual yang indah. Bagi Anang Prasetyo, seni lukis adalah medium untuk berbicara kepada jiwa dan mengajak penikmatnya terlibat dalam dialog batin yang mendalam. Seolah kanvas menjadi ruang sakral tempat pikiran dan perasaan bertaut, menari dalam warna dan bentuk. Di era serba digital dan cepat, seni lukis seperti ini ibarat oase spiritual. Di tengah kebisingan media sosial dan konsumsi budaya yang instan, karya Anang hadir sebagai pengingat bahwa seni sejati lahir dari ketulusan dan kedalaman pencarian manusia atas jati diri dan keberadaan. Tak Sengguh Kemanten Anyar: Jud...
Komentar
Posting Komentar