IRL NTB Raih Penghargaan dari BKKBN atas Komitmen dalam Program Lansia Berdaya

Alhamdulillah, Indonesia Ramah Lansia (IRL) Nusa Tenggara Barat kembali mencatat prestasi membanggakan. Lembaga sosial ini menerima Piagam Penghargaan dari BKKBN Provinsi NTB atas komitmen dan dedikasi dalam mendukung Program Lansia Berdaya (LANSIA BERDAYA). Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripuddin, M.Si., pada tanggal 3 Desember 2025 di Kota Mataram.

IRL NTB dinilai berperan aktif dalam memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mewujudkan lansia yang sehat, aktif, dan produktif. Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program sosial dapat dijalankan secara berkelanjutan dan berbasis kemitraan multisektor.

Organisasi Indonesia Ramah Lansia (IRL) sendiri merupakan lembaga sosial nasional yang berpusat di Yogyakarta dan memiliki jaringan di berbagai provinsi di Indonesia. Cabang IRL NTB berdiri sejak tahun 2023 sebagai cabang ke-13, dan sejak awal menunjukkan kiprah nyata di masyarakat melalui inovasi pendidikan nonformal bagi kelompok lanjut usia.

IRL NTB menggagas Sekolah Lansia sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Hingga kini, telah berdiri delapan sekolah lansia yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Program ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga wahana kebersamaan, kesehatan, dan spiritualitas bagi para lansia di NTB.

Sekolah Lansia IRL NTB menjadi tempat bagi para lansia untuk tetap aktif dan berdaya. Melalui pendekatan sosial dan psikologis yang humanis, peserta didorong untuk mengisi hari tuanya dengan kegiatan yang bermakna dan meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan ini sejalan dengan visi BKKBN dan Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Salah satu keunggulan program IRL NTB adalah kemampuannya membangun sinergi kuat dengan pemerintah daerah. Program sekolah lansia diintegrasikan dengan kegiatan Puskesmas melalui unit layanan kesehatan lansia, serta dengan program SiDAYA dari BKKBN yang berorientasi pada penguatan keluarga dan komunitas.

Selain menggandeng pemerintah, IRL NTB juga menjalin kemitraan dengan sektor swasta dan BUMD. Dukungan datang dari Pegadaian Cabang Cakranegara dan Bank NTB Syariah yang ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk pembinaan ekonomi kreatif bagi lansia serta dukungan sarana dan prasarana pembelajaran.

Contoh nyata keberhasilan kolaborasi ini terlihat di Sekolah Lansia GEMPUR SMART di Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram. Sekolah ini menjadi salah satu model unggulan IRL NTB yang mengintegrasikan kegiatan kesehatan, sosial, dan lingkungan. Para peserta sekolah rutin mengikuti skrining kesehatan, senam lansia, kegiatan belajar bersama, serta majelis ta’lim yang memperkuat nilai spiritual.

Kegiatan berkebun menjadi salah satu aktivitas favorit di sekolah lansia ini. Melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Kota Mataram, para lansia dilatih menanam sayuran dan membudidayakan ikan lele. Hasil panen sebagian dimanfaatkan untuk konsumsi bersama, sementara sisanya dijual sebagai bentuk ekonomi produktif komunitas lansia.

Lahan yang digunakan merupakan lahan tidur milik pemerintah yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Dengan pendampingan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, kawasan ini kini berubah menjadi taman hijau edukatif yang juga menjadi lokasi praktik pengolahan sampah organik, sehingga mendukung program kota ramah lingkungan.

Program IRL NTB telah membuktikan bahwa pemberdayaan lansia dapat berjalan efektif bila melibatkan berbagai pihak. Lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subjek aktif dalam pembangunan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Prinsip “Lansia Sehat, Lansia Produktif, Lansia Berdaya” menjadi semangat yang terus dihidupkan.

Direktur IRL NTB, Dr. Agus Supinganto, S.Kep., Ners., M.Kes., menegaskan bahwa penghargaan dari BKKBN ini menjadi pengakuan atas kerja kolaboratif yang telah dilakukan oleh seluruh tim IRL

Tim IRL NTB bersama mitra. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran dosen dalam mendukung pengabdian masyarakat yang berdampak, sebagaimana diamanatkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) 8 Dikti.

Dr. Agus Supinganto sendiri merupakan dosen dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di INKES YARSI Mataram. Melalui kiprahnya di IRL NTB, ia mengintegrasikan peran akademik dan sosial untuk menciptakan inovasi berbasis komunitas yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Doktor yang akrab dipanggil Agus ini menegaskan bahwa kegiatan IRL NTB adalah bentuk konkret dosen berdampak.

Menurutnya, “Dosen tidak hanya harus mengajar dan meneliti, tetapi juga turun langsung ke masyarakat. Lansia adalah kelompok yang berharga, mereka masih bisa menjadi sumber inspirasi, penggerak, dan penjaga nilai-nilai sosial,” ujarnya.

INKES YARSI Mataram turut bangga atas kiprah dosennya dalam memimpin gerakan sosial yang memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dukungan lembaga pendidikan tinggi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat dapat berjalan selaras untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Ke depan, IRL NTB bersama INKES YARSI Mataram berkomitmen memperluas jaringan sekolah lansia hingga ke seluruh kabupaten di NTB dan memperkuat riset-riset terapan di bidang kesehatan masyarakat lansia. Melalui langkah strategis ini, diharapkan IRL NTB dapat terus menjadi teladan gerakan sosial yang berkelanjutan dan menginspirasi provinsi lain di Indonesia.

Penulis: Jim 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi

Melampaui Kanvas: Bagaimana Anang Prasetyo Membuka Pintu Jiwa Melalui Seni