Bersalaman Sambil Berdendang dan Bergoyang

Sumber foto: Perpustakaan.id

Karya: Eko Windarto 

Dalam pesta yang merona,
Tangan-tangan bertaut,
Bukan sekadar jabat biasa,
Melainkan nyanyian yang teruntai bersama irama tanah.

Marsipanganju dan Marsipangalu,
Nama-nama yang melengkung indah di bibir leluhur,
Menyulam senyum dan genggaman,
Menari dalam kesejukan kegembiraan yang melebur.

Bersalaman bukan hanya salam,
Ia adalah bahasa syukur yang melintasi jiwa,
Mengikat erat tali saudara di bawah langit yang sama,
Dalam gegap gempita suara gendang dan gong yang berdesir.

Ada sesuatu yang lebih dari gerak,
Lebih dari suara yang bergelora—
Sebuah getar dalam dada yang berkata,
“Kita hidup bersama dalam harmoni yang tak terucap.”

Dari nenek yang meliuk pelan,
Hingga anak kecil yang merebah riang,
Semua tercampur dalam satu irama yang suci,
Menyambungkan masa, kini, dan nanti.

Sebuah salam yang menari,
Menjembatani hati manusia,
Menyulut api hangat kebersamaan,
Meleburkan kesunyian menjadi melodi untuk dikenang.

Begitulah, dalam adat Batak,
Bersalaman adalah doa yang berdendang,
Goyangan yang membumi,
Suatu pengakuan bahwa pernikahan bukan hanya dua insan,
Melainkan seluruh ruang hidup yang bergemuruh dalam sukacita.

Biarlah kita belajar pada mereka,
Menghidupkan salam dengan warna dan suara,
Menyemai kenangan dengan langkah dan nyanyian,
Membawa hangat tradisi ke dalam hati dunia yang kadang dingin.

Sebab salam, sejatinya, bukan jeda yang hampa,
Tapi tarian jiwa, dendang rasa, dan energi bersama.
Mari bersalaman—bukan hanya dengan tangan,
Tapi dengan sukacita yang goyang dan lagu yang mengalun abadi.

Batu, 3112026

Referensi:

Simanjuntak, D. H. (2019). Budaya dan Tradisi Batak: Sebuah Kajian Etnografi. Medan: Pustaka Batak.
Buku ini mengkaji berbagai tradisi Batak secara mendalam, termasuk makna simbolik dan sosial dari marsipangalu dalam prosesi pernikahan.

Universitas Sumatera Utara (2021). Kajian Etnografi: Pengaruh Tradisi Marsipangalu terhadap Kebersamaan dan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Batak. Laporan penelitian fakultas antropologi.
Studi ini menunjukkan bagaimana partisipasi dalam tarian dan salam bersama meningkatkan rasa kebersamaan dan mengurangi stres.

Napitupulu, R. (2017). "Marsipanganju: Ekspresi Kultural dalam Upacara Adat Batak." Jurnal Kebudayaan Indonesia, Vol. 23(3), 45-58.
Artikel jurnal ini membahas peranan musik, tarian, dan salam dalam adat Batak sebagai simbol penghormatan dan ungkapan kegembiraan.

Hutasoit, P. (2015). Tradisi Pernikahan Batak: Makna dan Simbolisme. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Buku ini menjadi referensi penting dalam memahami filosofi dan simbol-simbol dalam tradisi pernikahan suku Batak.

Dengan merujuk pada referensi tersebut, pembaca dapat menggali lebih dalam nilai-nilai budaya dan filosofi di balik tradisi bersalaman sambil berdendang dan bergoyang pada pernikahan adat Batak.

Puisi Esai ini adalah penghormatan pada tradisi Batak yang mengajarkan: Salam bisa menjadi tarian, dan kebersamaan bisa bernyanyi.

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi

Melampaui Kanvas: Bagaimana Anang Prasetyo Membuka Pintu Jiwa Melalui Seni