Bersalaman Sambil Berdendang dan Bergoyang: Tradisi Meriah di Resepsi Pernikahan Adat Batak
Oleh: Eko Windarto
Ketika membayangkan sebuah pernikahan adat, kita sering membayangkan suasana khidmat penuh kebersamaan. Namun di pesta pernikahan adat Batak, suasananya jauh lebih hidup dan penuh warna. Tradisi bersalaman sambil bernyanyi dan bergoyang, yang dikenal sebagai marsipanganju atau marsipangalu, bukan hanya ritual formal, melainkan ungkapan kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa syukur yang mengalir dari hati setiap peserta pesta. Yuk, kita kupas filosofi dan keunikan tradisi yang satu ini!
Sebuah Sambutan yang Lebih dari Sekadar Salam
Kalau biasanya kita menganggap bersalaman itu sederhana: jabat tangan dan senyum singkat, maka di pesta pernikahan adat Batak, salam ini mendapatkan ‘bumbu’ yang luar biasa. Bayangkan; tangan yang bersalaman bukan hanya sekadar bertemu, tetapi juga diiringi irama lagu dan goyangan ritmis yang membuat semua orang ikut bergembira. Marsipanganju atau marsipangalu adalah nama tradisi ini—semacam “bersalaman sambil berdendang dan bergoyang” yang bikin siapa saja yang ikut merasa seolah masuk ke dalam suasana pesta yang magis.
Menurut pakar budaya Batak, Dr. Simanjuntak (2019), marsipangalu adalah ekspresi hormat sekaligus sukacita yang khas, bukan hanya untuk memuliakan tamu atau mempelai, tapi juga membangun solidaritas dan rasa kebersamaan yang mengikat keluarga besar. Tradisi ini menantang kita untuk melihat salam tidak hanya sebagai formalitas, tapi juga sebagai sarana menghubungkan hati dan jiwa satu sama lain.
Goyang, Dendang, dan Kebermaknaan Bersama
Apa sih yang membuat tradisi ini begitu istimewa? Yang pertama tentu saja suasananya yang penuh kegembiraan. Ketika semua orang—dari nenek-nenek hingga anak kecil—ikut berdendang dan bergoyang bersama, ada energi positif yang menyebar dan menular. Suara gendang, gong, dan alat musik tradisional lainnya mengiringi lagu-lagu panggilan salam yang dipadu dengan gerakan ritmis.
Menurut sebuah riset etnografi yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara (2021), partisipasi aktif dalam tarian dan salam bersama ini mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan menurunkan stres. Jadi, selain bermakna budaya, tradisi ini secara psikologis memperkuat ikatan sosial!
Lebih dari Sekadar Hiburan: Filosofi yang Dalam
Tradisi marsipanganju mengajarkan kita tentang pentingnya merayakan momen-momen penting dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan. Pernikahan bukan hanya persekutuan dua insan, tapi juga penyatuan dua keluarga, dua komunitas, dan seluruh jaringan sosial.
Ketika tangan bersalaman sembari berdendang dan bergoyang, itu seolah mengatakan, “Kita bersama-sama menyambut masa depan dengan semangat dan sukacita.” Dalam konteks yang lebih luas, hal ini mengingatkan kita bahwa ritual-ritual budaya tetap relevan sebagai cara mempererat hubungan antar manusia.
Mengajak Anda untuk Menyambut dengan Hati
Mungkin kita terbiasa dengan salam yang formal dan kaku, tapi tradisi Batak ini membuka perspektif baru: bahwa salam bisa membawa kebahagiaan dan kehangatan, membuat kita merasa diterima dan terhubung. Momen sakral sekaligus meriah ini mengingatkan kita untuk menambahkan “irama dan gerak” dalam setiap sapaan kita.
Jadi, jika Anda diundang ke pesta pernikahan adat Batak, jangan kaget kalau yang biasanya sekadar jabat tangan berubah jadi event bernyanyi dan bergoyang bersama. Ikutlah, rasakan getar kebahagiaan, dan biarkan tradisi itu menularkan sukacita!
Penutup:
Tradisi marsipanganju dan marsipangalu adalah contoh luar biasa bagaimana budaya lokal bisa mengubah hal sederhana seperti bersalaman menjadi sebuah pesta penuh makna dan kegembiraan. Mungkin kita perlu meniru semangat itu—mengisi interaksi sehari-hari kita dengan lebih banyak keceriaan dan kebersamaan.
Siapa bilang salam harus kaku? Mari berani berdendang dan bergoyang sambil bersalaman!
Batu, 3112026
Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan tentang tradisi Batak dan sumber budaya lokal. Untuk mendalami lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi perpustakaan etnografi atau berbincang langsung dengan pakar budaya Batak.
***
Komentar
Posting Komentar