BISIKAN FEBRUARI
Februari mendung menuding rinduku
Kabut tebal menyelimuti jiwa
Tak mengapa jika aku tak mampu,
mengusir awan gelap yang membungkus hati.
Jangan biarkan kerusuhan menyapa
Sebab di dalam lubuk hati yang sunyi, puisi berdendang lirih penuh makna dalam bisikan abadi.
Biarkan aku merangkai kata meronce yang terpendam,
memetik makna dari sela waktu,
mengungkap nyanyian jiwa tak terkuak laku.
Februari mendung, namun aku bukan sendiri
Karena puisi setia menemani mengusir sepi
Dan hidup masih penuh cahaya hati
Hidup adalah puisi,
mengalir hakiki,
memanggil rasa dalam setiap barisnya,
menjadi saksi bisu perjalanan hati,
dengan keindahan yang tak lekang oleh musim semi.
Batu, 312026
Komentar
Posting Komentar