Merayakan Isra Mikraj: Refleksi Iman dan Makna Kebersamaan


Oleh: Eko Windarto 

Isra Mikraj, sebuah peristiwa agung yang menorehkan jejak spiritual dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, akan kembali kita sambut pada bulan Januari 2026, bertepatan dengan tahun 1447 Hijriah. 

Momen ini bukan sekadar peringatan, melainkan sebuah undangan untuk terjun dalam lautan refleksi batin, menapaki makna keimanan yang mendalam dan merajut ikatan kasih antar sesama manusia.

Dalam keheningan malam Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh—sebuah perjalanan spiritual yang menggambarkan kedekatan beliau dengan Sang Khalik.

Begitulah, momentum ini mengingatkan kita akan kewajiban beribadah yang tak hanya ritual, tetapi sarat dengan semangat penguatan hati dan jiwa.

Namun, refleksi itu tidak harus rumit atau jauh dari keseharian. Sederhana saja, kita dapat merayakan Isra Mikraj dengan berbagi ucapan dan doa yang penuh makna kepada orang-orang terdekat: keluarga yang mendampingi, teman yang menguatkan, bahkan rekan kerja yang membagi waktu dan asa.

Sebuah pesan singkat yang berisi harapan dan ketenangan hati bisa menjadi pengingat halus akan nilai-nilai mulia, sekaligus mempererat tali silaturahmi yang kian berat di ujung waktu.

Dalam era digital yang penuh hingar bingar ini, mengirimkan kata-kata bernas tentang Isra Mikraj bisa menjadi oase kecil di tengah keramaian dunia maya.

Bayangkan, sesaat sebelum tidur atau di sela-sela kesibukan, pesan tersebut menerpa seperti angin sejuk yang membawa kita untuk menengadah kepada-Nya dan merenungkan perjalanan hidup kita sendiri.

Isra Mikraj bukan hanya tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW secara fisik. Lebih dari itu, ia adalah simbol perjalanan spiritual kita masing-masing, perjalanan menuju ketakwaan, menghadirkan kesalehan dalam tindakan, dan menguatkan kasih-sayang antar sesama. Sebuah perjalanan tanpa akhir yang kita lalui setiap hari, dari hati ke hati.

Maka, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj tahun ini bukan sekadar momen serimonial, tapi peluang berharga untuk memperkaya iman, mempererat persaudaraan, dan memupuk harapan dalam diri. Sebab, dalam setiap langkah kecil yang kita ambil, dalam doa yang dipanjatkan, tersimpan keajaiban yang mengubah dunia kita menjadi tempat yang lebih berwarna dan bermakna.

Selamat Isra Mikraj 1447 Hijriah. Semoga cahaya perjalanan Nabi membawa kita pada hikmah yang abadi.

Kesimpulan 

Isra Mikraj 1447 Hijriah yang akan datang adalah momen penting untuk menyelami makna keimanan dan mempererat hubungan antar sesama. Melalui ucapan doa dan pesan singkat yang penuh makna, kita dapat merayakan peringatan ini dengan cara sederhana namun penuh pengaruh, menyebarkan ketenangan dan semangat spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Batu, 1512026


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi

Melampaui Kanvas: Bagaimana Anang Prasetyo Membuka Pintu Jiwa Melalui Seni