Indra: Pengamen Kota Batu yang Mencipta Gitar Akustik Berkualitas
Di balik denting merdu gitar akustik yang mengalun, tersimpan kisah Indra, pengamen jalanan Kota Batu yang menganyam mimpi dari serpihan keterbatasan.
Dengan tangan terampil dan jiwa seni, ia menciptakan gitar akustik berkualitas tinggi secara otodidak, memikat hati para musisi underground hingga berharap sentuhan pemerintah untuk menghidupkan usahanya.
Di Kota Batu yang sejuk, ada sosok pria bernama Indra, seorang pengamen jalanan dengan rambut gondrong dan senyuman sederhana, yang menyimpan kisah tentang musik dan ketekunan.
Tak sekadar mengalun di sudut-sudut kota dengan gitarnya, ia juga menjelma menjadi perajin gitar akustik, mengubah impian menjadi karya nyata dari kayu dan resonansi.
Di sebuah bengkel kecil berdiri di belakang rumahnya di Dusun Prambanan, Desa Gunung Sari, tangan Indra menyentuh tiap lekuk kayu dengan penuh kehangatan dan dedikasi.
Ia memilih kayu terbaik, memahatnya dengan hati-hati, membentuk bodi gitar yang kelak akan menggetarkan jiwa para pencinta musik. Meski terbatas alat, hasil karyanya mampu mencuri perhatian, berkat belajarnya secara otodidak dari layar YouTube yang menjadi guru modern baginya.
"Awalnya ingin memiliki gitar, tapi ekonomi tidak mendukung. Lalu saya belajar membuat sendiri," tutur Indra dengan mata berbinar saat berbagi cerita.
Dari mulai memilih kayu, menata rangka, hingga memasang leher gitar dengan presisi tinggi, semuanya dilakukan dengan kesungguhan yang tiada tara.
Inovasi Indra tak hanya berhenti pada fungsi. Ia menambahkan ukiran artistik yang rumit, membalut gitar dengan sentuhan seni, menjadikan setiap karya bukan sekadar alat musik, melainkan cerita yang mampu berbicara.
Gitar buatannya pun menemukan tempat di hati para musisi underground, termasuk personil band punk rock BRAIN WASH yang bangga memanggul instrumen buatan Indra di panggung.
"Setiap gitar yang saya buat mencoba menggabungkan keindahan suara dengan keindahan rupa. Meski alat seadanya, saya selalu berusaha profesional," katanya penuh semangat.
Lebih dari sekadar pembuatan, Indra dengan rendah hati membagi ilmunya dengan rekan-rekannya sesama pengamen jalanan, membantu mereka mandiri, menenun jaringan solidaritas yang hangat. Dari jalanan, lahir sebuah gerakan kreativitas yang membuahkan harapan.
Meski begitu, perjalanan Indra tidak selalu mulus. Terhalang dana dan keterbatasan lainnya, ia kini berharap pemerintah Kota Batu bisa hadir sebagai sahabat yang mendukung pengembangan UMKM miliknya.
“Bantuan dari pemerintah sangat berarti agar usaha saya bisa berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” harap Indra.
Penulis: Win
Komentar
Posting Komentar