Pemdes Beji Fokus Tekan Angka Stunting Lewat Posyandu ILP dan Dana APBDes


BATU -- Pemerintah Desa (Pemdes) Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, terus menunjukkan komitmen serius dalam menurunkan angka stunting dengan mengoptimalkan peran Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Langkah strategis ini didukung dengan alokasi anggaran khusus dari APBDes, yang difokuskan pada peningkatan kesehatan ibu hamil, balita, hingga lansia.

Kepala Desa Beji, Deni Cahyono, mengungkapkan bahwa Posyandu ILP di desanya melayani seluruh siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa, hingga lansia. Pemerintah desa juga melakukan supervisi dan pembinaan rutin bersama Dinas Kesehatan Kota Batu untuk memastikan kualitas layanan dasar tetap terjaga.

“Fokus utama kami adalah kesehatan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Posyandu memberikan layanan pemeriksaan seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), serta pemantauan tumbuh kembang janin,” ujar Deni kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

Pemdes Beji memanfaatkan anggaran Dana Desa dalam APBDes untuk membiayai program penanganan stunting, termasuk pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi kader kesehatan dan Posyandu. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan intervensi gizi spesifik dan sensitif di masyarakat.

Selain itu, Pemdes rutin menggelar Rembug Stunting yang melibatkan TP PKK dan tenaga kesehatan guna membahas hasil evaluasi program serta memperkuat komitmen desa dalam menurunkan stunting. Langkah ini sejalan dengan prioritas nasional untuk mengurangi stunting melalui intervensi awal selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Tak hanya fokus pada pemeriksaan, Pemdes Beji juga memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil, balita, dan lansia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting. Deni menekankan pentingnya pemenuhan protein hewani yang kaya zat gizi dan vitamin sebagai faktor pendukung utama pertumbuhan serta perkembangan janin dan anak.

“Dengan beragam upaya ini, kami berharap angka stunting di Desa Beji bisa diminimalisir. Kami juga mengimbau warga untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala penyakit,” tegas Deni.

Deni juga membagikan sejumlah tips pencegahan stunting. Di antaranya, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, rutin membawa anak ke posyandu untuk pemantauan perkembangan, konsumsi tablet tambah darah (TTD), serta pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan kaya protein hewani bagi bayi di atas usia enam bulan.

Sebagai informasi, angka stunting di Desa Beji menunjukkan penurunan signifikan. Berdasarkan data awal tahun 2024, terdapat 64 anak yang mengalami stunting, dan kini hanya tersisa sekitar 22 anak.

"Upaya terpadu serta peran aktif warga dan Pemdes Beji menjadi kunci keberhasilan menekan angka stunting demi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas," pungkasnya.

Penulis: Win

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi

Melampaui Kanvas: Bagaimana Anang Prasetyo Membuka Pintu Jiwa Melalui Seni