Perang di Tanah Persia: Syair Sunyi di Ambang Asa
Karya: Eko Windarto
Di bawah langit kelabu Teheran yang terluka
Asap mengepul, nyawa terbang, harap memudar senja.
Februari, dua puluh dua puluh enam,
Muskat dan Jenewa, bisik damai bersemi dalam senyap,
namun rindu itu disayat peluru, tercabik oleh api tanpa belas.
Di ruang yang sunyi, kata-kata menari,
"Kesepakatan signifikan", dan janji-janji yang merintih!
Dua hari kemudian, langit berubah sangar!
Serangan menggema, nyanyian buruk perang berdentam.
Uranium berkilat, berbisik potensi dan kutukan, dalam reruntuhan nuklir.
Masa depan bergelimang pertentangan—antara dinginnya logika pengawasan, dan panasnya nafsu kekuasaan.
Di sana, riuh dunia bertempur, mencari makna damai diantara geseran senjata.
Malam itu, di antara jeritan rudal dan tangisan tanah,
Suara-suara diplomasi tercekat, harapan bergelimang duka;
Iran yang diasumsikan akan tunduk,
Membangun semangat berperang, menganyam solidaritas perlawanan.
Dan di sana, jauh di ujung dunia,
Indonesia berdiri di persimpangan sunyi, terbelenggu dilema bisu;
antara netral yang suci dan peranan yang penuh asa,
menapak jejak damai, namun terkurung bayang-konflik yang rumit.
Perang bukan hanya bunyi meriam dan pecahnya malam,
tetapi beban hati dan rantai waktu yang haus damai.
Kita, yang menyaksikan tanpa luka darah.
Menyadari—kedamaian adalah lukisan tangan yang bersambut,
bukan lukisan yang jatuh dari langit tanpa sentuhan.
Mari titip doa di sela-sela embun
Bahwa suara damai lebih nyaring dari raungan pistol
Bahwa di tengah gelap, ada lentera harapan.
Menggenggam tangan, membelai dunia agar kembali pulih.
Perang di tanah Persia adalah puisi nestapa, surat cinta yang belum dikirim bumi kepada langit;
Wahai manusia, dengarkanlah—
Damai adalah lagu yang harus kita nyanyikan bersama, tanpa jeda.
Catatan:
Puisi esai ini didramatisasikan dari adaptasi Laporan Berita Kumparan (Februari-Maret 2026)
Artikel berjudul "Perang di tanah Persia dan dilema diplomasi Indonesia" oleh kumparanNEWS, menyediakan informasi rinci tentang peristiwa terkini terkait konflik Iran, negosiasi nuklir, serangan militer US-Israel, dan posisi diplomasi Indonesia.
Sekar Putih, 632026
Komentar
Posting Komentar