Camat Bumiaji Apresiasi Kopi Embongan sebagai Wadah Kreasi Musisi Disabilitas, Brain Wash Ikut Bangga
Camat Bumiaji, Thomas Maido, S.Sos bermain musik bersama musisi penyandang disabilitas Kopi Embongan
BATU, — Kopi Embongan, yang berlokasi di Jalan Raya Punten, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Camat Bumiaji, Thomas Maido, S.Sos.
Selain menyajikan berbagai makanan dan minuman, termasuk beragam jenis kopi, soto, dan gorengan, tempat ini juga menyediakan fasilitas lengkap alat musik band dengan harga yang terjangkau.
“Saya mengapresiasi sekaligus mendukung keberadaan Kopi Embongan karena tempat ini menjadi wadah bagi musisi penyandang disabilitas di Kota Batu untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya,” ujar Thomas Maido saat ditemui awak media, Selasa (21/4/2026).
Menurut Camat Bumiaji, Kopi Embongan saat ini berfungsi sebagai sarana dan prasarana untuk berkumpul, berdiskusi, serta bermain musik bersama, baik oleh pengunjung maupun musisi penyandang disabilitas.
“Pengunjung bisa request lagu dan bernyanyi bersama saudara-saudara kita yang penyandang disabilitas sambil menikmati kopi dan hiburan musik live,” tambahnya.
Thomas Maido berharap Kopi Embongan dapat menjadi tempat kolaborasi antara musisi penyandang disabilitas dan musisi lainnya di Kota Batu.
"Saya ingin mereka bisa berkolaborasi, membangun silaturahmi sekaligus menumbuhkan perkembangan seni musik lokal," katanya.
Dirinya juga menyatakan bahwa ia termasuk penyuka musik dari berbagai genre dan senang bermain musik serta bernyanyi bersama musisi penyandang disabilitas.
“Semangat mereka dalam bermusik sangat menginspirasi saya,” ungkapnya.
Kopi Embongan dikelola oleh Gatot Supriyanto, atau akrab disapa Bemmo, seorang musisi penyandang disabilitas dan anggota Shinning Disabilitas (Shindi) Kota Batu, komunitas yang dibentuk oleh Camat Bumiaji.
Bemmo mengungkapkan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan oleh Perhutani dan dukungan Camat Bumiaji sehingga ia dapat menjalankan usaha kopi dan gorengan di lokasi tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Pak Thomas dan Perhutani atas bantuan fasilitas ini. Semoga kebaikan mereka dibalas Allah SWT,” ujar Bemmo penuh harap.
Dukungan juga datang dari Kurowo, vokalis sekaligus gitaris band punk rock Brain Wash asal Kota Batu.
Kurowo mengaku bangga dan turut membantu musisi penyandang disabilitas melalui penjualan merchandise kaos yang hasilnya disalurkan kepada mereka.
“Musisi disabilitas ini guyub dan rukun, tanpa ada sekat maupun rasa iri. Mereka layak kita pedulikan, bukan dikasihani, tapi didukung. Semoga masyarakat Kota Batu bisa mengikuti contoh ini,” kata Kurowo dengan penuh haru.
Antusiasme pengunjung juga terlihat jelas. Laksamana, wisatawan asal Gondanglegi, Kabupaten Malang dan pengusaha jual beli mobil, merasa terhibur dengan adanya live musik di Kopi Embongan.
Ia memuji kualitas makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau.
“Tempatnya bagus, makanannya enak, dan harganya murah. Bahkan istri saya sempat ikut bernyanyi di sini. Saya berharap pengunjungnya makin ramai setiap hari dan pasti akan kembali lagi,” tuturnya.
Penulis: Win
Komentar
Posting Komentar