Mikutopia: Destinasi Baru yang Menggerakkan Pariwisata dan UMKM Lokal

Keramaian pengunjung di Destinasi Mikutopia

BATU, — Destinasi wisata baru di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yakni Mikutopia, sukses menarik perhatian ribuan wisatawan sejak resmi dibuka. 

Setiap hari, destinasi wisata yang mengelola lahan tanah kas desa seluas sekitar tujuh hektar ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Fenomena ini membawa angin segar bagi perekonomian warga sekitar. Kehadiran pengunjung yang membludak terutama di masa liburan, berdampak positif terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.

Selain itu, beragam unggahan dari pengunjung dan selebgram di platform TikTok, Facebook, dan Instagram turut mempercepat viralnya destinasi ini.
Para wisatawan sedang eksplor Mikutopia, destinasi wisata baru yang bikin kamu penasaran!

Humas Mikutopia, Brian Kenendra, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan saat long weekend mencapai puncak dengan occupancy sekitar 3.000 hingga 4.000 orang per hari. 

"Wahana baru saat ini belum diluncurkan, namun progresnya sudah mencapai 80 persen dan segera akan kami launching," ujarnya saat ditemui pada Minggu (5/4/2026).

Brian menambahkan, daya tarik wisatawan tetap pada bangunan bertema dan taman bunga warna-warni yang menjadi magnet tersendiri. Wisatawan datang dengan rombongan keluarga, relasi bisnis, maupun komunitas. 

Pihak manajemen berharap jumlah pengunjung dapat terus bertambah hingga melewati angka 4.000 di hari berikutnya.

Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan wisata ini juga meningkatkan okupansi hotel, homestay, dan villa di sekitar kawasan. 

"Dampaknya jelas pada peningkatan perekonomian masyarakat Kota Wisata Batu, khususnya pelaku UMKM," jelas Panji.

Manajemen Mikutopia memastikan 95 persen tenaga kerja berasal dari warga sekitar desa Tulungrejo. 

"Kami membuka peluang kerja sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk kolaborasi dengan BUMDES Tulungrejo untuk memasarkan produk UMKM," terang Brian.

Terkait isu dugaan destinasi wisata sebagai penyebab banjir, manajemen Mikutopia menepisnya dengan menelaah fakta historis. 

“Berdasarkan informasi warga, banjir serupa sudah terjadi sebelum Mikutopia berdiri. Intensitas hujan yang tinggi pada 17.15 WIB di hari kejadian banjir di Desa Punten juga memicu kebanjiran dan tanah longsor di wilayah hulu,” jelas Brian.

Manajemen pun menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini dan berharap tidak ada korban jiwa.

Fendi Romadon, karyawan sekaligus warga setempat, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya Mikutopia. 

"Keberadaan destinasi ini membantu mengurangi angka pengangguran di desa kami," ujarnya.
Sementara itu, wisatawan asal Surabaya, Blasius Suratno (55), memuji keindahan Mikutopia.

“Tempatnya luar biasa, seperti berada di negeri dongeng. Meskipun sempat macet, lelah kami terbayar dengan pengalaman berkunjung ke sini, yang saya ketahui dari media sosial,” ungkapnya.

Blasius juga berharap ada penambahan wahana baru, live musik, dan event fotografi smartphone guna meningkatkan daya tarik dan kepuasan pengunjung. 

Ia menilai Mikutopia telah menjadi destinasi wisata favorit yang menyajikan pengalaman tak terlupakan.

Penulis: Win

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satreskrim Polres Batu Tegaskan Kasus Judi Online Tetap Berjalan, Tanpa Uang Damai

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi