Menyelami Jejak Kreativitas Fajar Djunaidi, Hendung Tinggal Jati dan Ahmad Yunus Antara Suasana dan Ciri Khas dalam Lukisan
Dalam dunia seni lukis, proses kreatif tidak sekadar menghasilkan karya, melainkan juga merajut cerita dan ciri khas yang melekat pada setiap goresan.
Fajar Djunaidi, seorang perupa yang digemari, mengungkapkan perjalanan kreatifnya yang lahir dari kehidupan sehari-hari dan sentuhan humor, sembari membuka ruang bagi suasana baru yang menyegarkan karya masa depan di Galeri Raos Pondok Seni, Batu, Minggu, 3/5/2026.
Melalui refleksi ini, kita diajak memahami bagaimana seniman memelihara identitas estetika sekaligus menghadirkan inovasi, menghadapi tantangan ke depan dalam seni lukis Indonesia.
Melangkah di atas kanvas, Fajar Djunaidi menarikan kuasnya seraya mengajak kita menelusuri ragam kisah yang tersembunyi di balik warna dan bentuk.
Baginya, proses kreatif adalah cermin kehidupan sehari-hari; ia menangkap hal-hal yang dianggap lucu, mengeksplorasi kejenakaan tersebut dengan kejujuran dan ketulusan.
"Dari kehidupan sehari-hari saya memilih apa yang saya anggap lucu dan memadukannya," ungkapnya.
Sementara Ahmad Yunus menyatakan inilah benih yang terus tumbuh menjadi ciri khas, jejak unik dalam tiap karya yang mengalir dari pikirannya.
Namun, seperti halnya seniman sejati, Ahmad tak ingin terjebak dalam zona nyaman.
Ia sadar bahwa kreativitas perlu ruang gerak yang luas untuk berkembang. Oleh karena itu, ia membuka lembar baru dengan mencari suasana baru, dalam harapan memberi warna yang berbeda antara karya lama dan yang tengah dijalin.
"Perubahan ini bukan hanya tentang variasi teknis, melainkan wujud dari upaya seniman yang tak kenal lelah menantang dirinya sendiri, menyambut masa depan dengan kepercayaan akan potensi tanpa batas," tutur Ahmad optimis.
Ketika karya-karyanya disaksikan oleh para penikmat seni seperti Revicha, kesan yang muncul sederhana namun tulus, "Bagus-bagus, meskipun saya bukan pecinta seni yang benar-benar berpengalaman."
Kata-kata ini mengajak kita merenung bahwa seni memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati, bahkan mereka yang awam sekalipun, membuktikan bahwa bahasa lukisan lebih universal dari sekadar teori dan kritik.
Menurut Fadjar, "Ke depan, kawan-kawannya hendak membawa pameran berikutnya sebagai perjalanan eksplorasi—mengangkat tema yang dekat dengan pergumulan kreatif dan kehidupan sehari-hari, dengan pandangan terbuka atas proses-proses baru yang akan mengasah teknik dan makna. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa seni tak melulu tentang inovasi ekstrim, tapi juga tentang kesetiaan pada suara batin yang menemukan kebenarannya dalam nuansa keseharian.
"Maka, dalam setiap tetes cat dan guratan kuas, tersimpan narasi personal yang mampu menggelitik imajinasi dan rasa. Dengan humor dan kejujuran," pungkasnya.
Penulis: Win
Komentar
Posting Komentar