Pemdes Oro-Oro Ombo Tegaskan Pentingnya Sosialisasi Sebelum Pemanfaatan Lahan TPU Jalibar



Batu, — Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) berencana menyediakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di kawasan Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. 

Rencana ini melibatkan pemanfaatan lahan seluas sekitar dua hektar yang berasal dari Perhutani KPH Malang.

Survei lokasi telah dilakukan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Oro-Oro Ombo dan Perhutani di lapangan. 

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menyatakan bahwa pihaknya pada dasarnya menyetujui rencana tersebut, namun dengan catatan penting bahwa sosialisasi kepada warga perlu dilakukan terlebih dahulu.

"Lokasi yang direncanakan berada di Jalibar, tepatnya di sebelah barat Megastar, dengan luas sekitar dua hektar. Status lahan merupakan milik Perhutani, dan secara administratif masuk dalam wilayah Desa Oro-Oro Ombo," ujar Wiweko kepada awak media, Kamis (23/7).

Wiweko menegaskan bahwa walaupun lahan dimiliki oleh Perhutani, masyarakat Desa Oro-Oro Ombo lah yang akan terdampak langsung dari pembangunan TPU ini. 

Oleh karena itu, Disperkim bersama Perhutani harus mengadakan sosialisasi guna memastikan warga memahami rencana tersebut dan meminimalisir potensi pro-kontra.

"Perhutani sudah memberikan izin, namun harus ada sosialisasi bersama antara Perhutani, Disperkim, dan masyarakat Desa Oro-Oro Ombo. Ini penting agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari," jelas Wiweko.

Hingga saat ini, menurut Wiweko, Disperkim Kota Batu telah mengirimkan surat kepada KPH Malang untuk meminta jadwal sosialisasi, tetapi belum ada kepastian waktu pelaksanaan.

Wiweko menambahkan bahwa rencana TPU ini merupakan bagian dari program Mbatu SAE yang bertujuan mendukung visi misi pemerintah kota demi kebaikan bersama.

“Program ini kami dukung sepenuhnya. Adanya potensi pro dan kontra merupakan hal yang wajar dalam sebuah pembangunan, namun sosialisasi menjadi kunci agar warga paham dan polemik bisa dihindari,” tuturnya.

"Pemdes Oro-Oro Ombo berharap agar semua pihak terkait dapat segera menggelar pertemuan dengan masyarakat guna membahas langkah-langkah berikutnya dengan transparan dan inklusif," imbuhnya menutup wawancara dengan media.

Penulis: Win

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satreskrim Polres Batu Tegaskan Kasus Judi Online Tetap Berjalan, Tanpa Uang Damai

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi