Warga Kota Batu, Faiq, Viral dengan Konten Jualan Kambing Sambil Berdakwah di Instagram dan TikTok
Batu, — Sosok Faiq, warga Jalan Abdul Gani, Gang II, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendadak viral di media sosial Instagram dan TikTok.
Dalam waktu hanya beberapa jam, akun Instagram @bangfaiq_batu dan TikTok Bang Faiq miliknya mengalami lonjakan pengikut hingga mencapai ribuan followers.
Kesederhanaan konten yang diunggah menjadi salah satu kunci popularitasnya. Faiq membagikan video dan foto aktivitas sehari-harinya bersama kambing-kambing yang dijual.
Penampilannya yang khas dengan gamis dan rambut gondrong, serta gaya penyampaian santun yang dikombinasikan dengan dakwah membuat kontennya unik dan autentik.
Lewat akun tersebut, ia mengedukasi sekaligus memberikan wawasan ajaran agama Islam dalam konteks sehari-hari.
Fenomena viral ini menarik perhatian banyak warganet dan memicu beragam komentar positif. Banyak netizen menyatakan tertarik mengikuti akun Faiq karena kontennya terasa sederhana, apa adanya, dan berbeda dari konten media sosial pada umumnya.
Saat ditemui di kediamannya, Faiq yang juga berprofesi sebagai penyembelih kambing menjelaskan bahwa tujuan membuat konten tersebut adalah untuk promosi usaha sekaligus dakwah.
“Saya sengaja membuat konten tidak hanya untuk mempromosikan dagangan kambing, tapi juga sebagai sarana dakwah yang saling mengingatkan sesama umat Muslim,” ujar Faiq pada Minggu (19/7).
Meski awalnya tidak menyangka akan viral, Faiq menyambut baik respon hangat dari netizen yang membanjiri kolom komentarnya. Akun media sosial yang baru dibuat Jumat kemarin itu bahkan mendapat perhatian dari beberapa artis dan tokoh agama ternama di Indonesia.
“Saya bukan ustadz, hanya warga biasa di Kota Batu, tapi saya ingin berbagi pesan kebaikan lewat konten saya,” ungkapnya.
Dalam dakwah sekaligus promosi itu, Faiq juga menyampaikan pesan moral penting. Ia mengajak umat Muslim untuk selalu menjaga dan bersyukur atas nikmat serta hidayah yang diterima.
“Kita harus bangga menjadi umat Islam dan memberikan contoh perilaku baik kepada sesama manusia. Hidayah bukan untuk semua orang, maka kita wajib mensyukurinya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Faiq sembari tersenyum ramah.
Penulis: Win
Komentar
Posting Komentar