Damai dan Sepakat, Jalan Akses Petani Songgoriti Siap Dibangun



Batu, — Polemik terkait akses jalan bagi para petani di Songgoriti akhirnya menemukan titik terang setelah mediasi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Kelurahan Songgokerto. 

Mediasi yang diinisiasi langsung oleh Lurah Songgokerto, Farianto Masrul, S.Sos, menghasilkan kesepakatan bersama antara warga petani dan pihak Yayasan IIBS Al-Izzah Kota Batu, Kamis, 13/8/2026.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh warga lingkungan Songgoriti, Pengurus Yayasan IIBS Al-Izzah, LIPAN-RI, Camat Batu, Ketua RW 01 dan RW 02, serta perwakilan petani setempat. Dalam mediasi yang berjalan secara kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tanpa harus memperpanjang konflik.

Lurah Songgokerto menjelaskan, para petani menyetujui untuk mengorbankan sebidang tanah seluas lebar 1,5 meter dengan panjang sekitar 300 meter guna pengerasan jalan yang akan dikerjakan bersama antara petani dan Yayasan IIBS Al-Izzah. 

"Pada Agustus ini, Yayasan IIBS Al-Izzah akan melakukan perataan lahan dengan menggunakan alat berat, sebagai bentuk kontribusi mereka," tambah Farianto.

Koordinasi internal antar petani bersama Ketua RW pun menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan. Pihak Yayasan siap membantu baik dalam penyediaan sarana seperti sirtu dan alat berat, serta mendukung pembangunan jalan yang dimaksud agar memudahkan aktivitas dan mobilitas petani.

Menurut Ahmad Shohibud Dawam dari Yayasan IIBS Al-Izzah, jalan yang dibangun akan sesuai dengan ukuran eksisting, yakni lebar 1,5 meter tanpa pelebaran menjadi 3 meter seperti yang sempat menjadi polemik. Jalur ini memang selama ini sudah digunakan petani untuk mengangkut hasil panen.

Pihak yayasan juga menegaskan kepemilikan lahan yang sah berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Yayasan IIBS Al-Izzah. Status lahan tersebut resmi berstatus perumahan (warna kuning) dan bukan lagi Lahan Sawah Dalam (LSD).

Pimpinan Yayasan menyatakan pembangunan akan segera direalisasikan secepatnya agar jalan akses petani bisa segera dimanfaatkan. Sementara dari LIPAN-RI, Aries Pratomo, S.H, menegaskan akan terus memantau proses berjalan sesuai kesepakatan agar tidak muncul masalah baru di masa depan.

“Saya berharap pengerjaan berjalan lancar dan tidak menimbulkan polemik lagi,” jelas Aries.

Salah seorang petani, Widi Priatno, menyambut baik hasil mediasi ini. 

“Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama dengan gotong royong membangun jalan seperti sebelumnya, sehingga aktivitas harian kami di sawah tidak terganggu lagi,” ujarnya optimis.

Polemik ini bermula ketika para petani yang tergabung dalam LIPAN-RI mengeluhkan penutupan akses jalan utama menuju lahan pertanian mereka dengan didirikannya pagar beton yang diduga milik Yayasan IIBS Al-Izzah. Penutupan ini dinilai menghalangi mobilitas para petani dalam mengangkut hasil panen dan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Kini, melalui mediasi yang konstruktif, kedua pihak berhasil menyingkirkan konflik dan menemukan solusi terbaik bersama demi kesejahteraan masyarakat petani dan perkembangan kawasan Songgoriti.

Penulis: Win 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satreskrim Polres Batu Tegaskan Kasus Judi Online Tetap Berjalan, Tanpa Uang Damai

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi