Ketua RT 33, Sekar Putih Mengapresiasi Dukungan Warga dalam Rangkaian Kegiatan Hari Kemerdekaan RI ke-81
Ketua RT 33, Sekar Putih, Mujiono, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar pada malam Resepsi Peringatan HUT RI ke 81, Selasa, 25/8/2026.
“Di kesempatan malam hari ini, kami hendak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam terselenggaranya rangkaian kegiatan ini,” ujar Mujiono.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama rangkaian acara berlangsung.
Mujiono menegaskan bahwa dalam kesempatan ini ia tidak akan memberikan sambutan retorik atau inspiratif, melainkan menyampaikan suara hati.
“Saya sangat bangga berada di tengah-tengah warga RT 33, Sekar Putih, karena kerja keras kita selama ini membuahkan hasil. Malam ini kita telah menuntaskan perjuangan yang kita mulai sejak bulan Juli lalu,” ungkapnya.
Mujiono menutup sambutannya dengan mengajak seluruh warga terus menjaga kebersamaan dan semangat mengisi kemerdekaan demi kemajuan lingkungan RT 33.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi.
Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan selama hampir lima hari di Dusun Sekar Putih, RT. 33. RW. 08.
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan dan menanamkan jiwa nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Menurut saya, upaya menumbuhkan nasionalisme bukan hal mudah. Namun melalui kegiatan-kegiatan yang kita lakukan bersama ini, kita bisa memperkuat jiwa kebangsaan di lingkungan kita,” kata Tri Wahyuwono.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembibitan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi penerus, sekaligus mengenang jasa para pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Tri Wahyuwono mengakui perubahan zaman menuntut peran lebih besar dari tokoh masyarakat dan orangtua untuk menanamkan kecintaan tanah air kepada anak-anak, apalagi di era milenial saat ini.
“Sebagai generasi yang pernah mengalami langsung suasana perjuangan, kami berharap nilai-nilai ini dapat ditularkan kepada generasi sekarang,” tambahnya.
Lebih jauh, Kepala Desa Pendem ini juga mengapresiasi rangkaian acara yang sudah dirancang dengan matang, mulai dari kegiatan olahraga, seni budaya, hingga pertunjukan kreasi tari yang melibatkan anak-anak dan remaja.
“Semua ini menjadi upaya nyata kita untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan mendidik, mulai dari Senam Lansia, Senam Erobik, Senam Zumba yang diinstrukturi Okik, Cek Kesehatan Gratis, Khotmil Qur'an, Zikir Akbar dan Bersholawat bersama Pemuda Ngopi, serta diakhir dengan Pentas Seni dan Budaya” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia menyinggung kondisi perkembangan ekonomi dan harga bahan pokok yang cukup menantang, namun semangat panitia dan warga untuk mengisi pembangunan tidak surut.
“Semangat inilah yang menjadi modal utama kita untuk terus membangun Desa Pendem,” tutur Tri Wahyuwono.
Beliau menambahkan, kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar seremoni, tapi juga menjadi momentum untuk memberikan contoh dan inspirasi kepada generasi muda. Melalui kreasi seni dan budaya, serta semangat gotong-royong, nilai-nilai kebangsaan diharapkan dapat terus hidup dan berkembang.
Rangkaian kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81 di RT 33. Sekar Putih, Desa Pendem berlangsung selama hampir lima hari dengan berbagai acara menarik.
Panitia pelaksana yang dipimpin oleh Santoso mengemas kegiatan tersebut secara beragam dan merakyat.
Dimulai dengan lomba olahraga, warga bersemangat mengikuti pertandingan tradisional yang melibatkan berbagai kalangan.
Tidak hanya mempererat silaturahmi, kegiatan olahraga ini juga sebagai wujud menjaga kesehatan fisik dan semangat kebersamaan.
Selain kegiatan fisik, suasana budaya juga terasa kental dengan adanya pertunjukan seni dan kreasi tari dari anak-anak muda Dusun Sekarputih.
Kreativitas mereka dipamerkan dalam berbagai tarian tradisional yang memukau penonton. Hal ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat yang hadir.
Kegiatan seni budaya ini menjadi sarana pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda serta penghormatan atas budaya lokal yang patut dilestarikan.
“Kami berharap anak-anak bisa terus mengembangkan bakatnya dan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa,” kata Kepala Desa Pendem.
Selain itu, panitia juga mengadakan berbagai lomba dan hiburan yang melibatkan masyarakat luas. Dengan partisipasi aktif warga, kegiatan ini berjalan sukses tanpa hambatan berarti.
Ketua RT 33 dan Kepala Desa Pendem sepakat bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Tantangan zaman sekarang berbeda dengan masa kami dulu. Saat ini pengaruh teknologi dan budaya asing sangat besar. Karena itu, penting bagi kita orang tua dan tokoh masyarakat untuk membimbing anak-anak agar tetap mencintai tanah air dan menjaga persatuan,” jelasnya.
Kepala Desa Pendem juga menyambut baik inisiatif seperti ini. Menurutnya, dengan melibatkan anak-anak muda dalam kegiatan positif yang mengangkat nilai-nilai budaya dan sejarah, rasa kebangsaan akan semakin kuat.
“Kami sangat mengapresiasi gagasan Ketua RT. 33 dan seluruh pihak yang berkontribusi di belakang layar. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya dan membuka wawasan anak-anak tentang betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Tri Wahyuwono.
Penulis: Win
Komentar
Posting Komentar