Pengajian di Pendem Kota Batu: Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan Kebersamaan Warga Sekar Putih
Pendem, Kota Batu – Pada malam Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Kampung Sekar Putih, Pendem, Kota Batu, menggelar pengajian yang berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat, Senin, 24/8/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Munir memberikan tausiyah penuh makna tentang keutamaan mencintai Nabi Muhammad SAW, serta pentingnya sering menyebut nama beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Munir membuka pengajiannya dengan menuturkan bahwa jatuh malam Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna khusus karena bertepatan dengan kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
“Sayyid Abdullah, ayah dari Nabi Muhammad, adalah sosok yang penuh kasih sayang dan kebaikan. Oleh karena itu, mencintai Rasulullah sama dengan belajar memahami kebaikan dan kasih sayang itu,” ujar Ustadz Munir.
Menurut Ustadz Munir, menyebut nama Nabi Muhammad secara rutin tidak hanya menunjukkan cinta dan penghormatan, tetapi juga mendatangkan berkah dalam kehidupan.
“Setiap kali kita menyebut nama Nabi Muhammad, semoga mendapatkan balasan yang mulia dari Allah SWT. Ini hal penting yang harus kita jaga,” imbuhnya.
Acara ini juga diselingi dengan diskusi hangat mengenai kehidupan bermasyarakat di Sekar Putih.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah tentang lokasi-lokasi yang perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti area yang memiliki sinyal buruk hingga kondisi perumahan warga.
Kades Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, hadir memberikan sambutan pada acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada warga Sekar Putih yang tetap menjaga kerukunan dan solidaritas di tengah berbagai tantangan.
“Saya mengajak seluruh warga untuk terus bersyukur dan menjaga kekompakan. Walaupun ada kendala, seperti kebakaran yang menimpa salah satu rumah warga Sasak Ende beberapa waktu lalu, kita harus saling mendukung dan bahu-membahu,” jelas Tri Wahyuwono.
Lebih lanjut, Kades Tri menyinggung pentingnya seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam menjaga ketertiban dan memajukan wilayah Pendem, supaya tercipta lingkungan yang lebih nyaman dan harmonis.
Ketua RT 33 Sekar Putih, Mujiono, juga turut menyampaikan keinginannya agar warga semakin erat dan peduli satu sama lain.
Menurut Mujiono, pengajian ini bukan hanya menjadi ajang memperdalam ilmu agama, tapi juga memperkuat tali persaudaraan antarwarga.
“Saya bangga dengan antusiasme warga dalam pengajian ini. Kita perlu terus menguatkan nilai-nilai luhur yang diajarkan Nabi Muhammad, supaya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mujiono.
Ustadz Munir juga mengangkat tema syafaat Nabi Muhammad SAW di akhir zaman.
Ia menjelaskan bahwa cinta kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan dalam pengucapan nama saja, tetapi diperlukan juga pengamalan sunnah dan akhlak mulia yang beliau contohkan.
“Kanjeng Nabi Muhammad adalah pembimbing utama yang akan memberikan syafaat di hari akhir nanti. Maka dari itu, mari kita tingkatkan ibadah serta memperbanyak amal kebaikan,” pesannya.
Pengajian di Sekar Putih tidak hanya menjadi ajang pembelajaran agama, tapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas antarwarga.
Dalam sambutan Kades Tri, pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Pendem.
“Adanya sinyal komunikasi yang baik di sekitar wilayah kita menjadi penunjang aktivitas sehari-hari warga, termasuk untuk berdialog dan berbagi informasi. Kita akan terus berupaya meningkatkan fasilitas tersebut agar semakin memudahkan pelayanan publik,” ujar Tri Wahyuwono.
Selain itu, Kades Tri juga mengimbau warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan yang telah dibuat demi menjaga ketentraman bersama.
“Mari kita jadikan Pendem sebagai contoh desa yang harmonis dan religius,” tambahnya.
Warga Sekar Putih pun menanggapi positif kegiatan pengajian tersebut. Beberapa dari mereka mengaku termotivasi untuk lebih tekun menuntut ilmu agama dan menjaga silaturahmi antarwarga.
“Pengajian seperti ini sangat bermakna. Selain mendekatkan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, juga menguatkan rasa kebersamaan,” ujar salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.
Penulis: Win
Apakah Anda ingin saya tambahkan data pendukung, kutipan lebih mendalam, atau detail lain dalam artikel ini?
Komentar
Posting Komentar