Banteng Wulung Gemparkan Punden mBah Ageng Ronggo Pramono



PUJON, – Malam sakral di Punden mBah Ageng Ronggo Pramono, Dusun Krajan, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjadi saksi sejarah lewat pertunjukan seni tradisi yang memukau.

Gerak teaterikal bertajuk BANTENG WULUNG berhasil membuat ratusan penonton terpukau dan meninggalkan kesan mendalam.

Dalam durasi selama tujuh menit, panggung terbuka yang sarat nilai leluhur itu berubah menjadi ruang ekspresi pertarungan batin manusia melalui cerita dan gerak yang kuat. 

Pertunjukan ini disutradarai langsung oleh Syamsu Soeid, yang juga tampil sebagai pemeran utama. 

Ia tampil bersama dua penari perempuan, Indah Kalalo dan Dima, yang menghidupkan kedalaman emosi dan energi dalam setiap gerakan.

Banteng Wulung mengangkat kisah dualitas dalam diri seorang pelaku bantengan. Lewat gerak ekspresif dan lagu musik mistis sebagai backsound, pertunjukan ini menggambarkan perebutan unsur positif dan negatif yang membentuk karakter. 

Unsur positif diwakili oleh semangat leluhur, penghormatan pada alam, dan marwah seni bantengan yang luhur. Sementara unsur negatif tergambar lewat simbol konsumsi alkohol saat bermain bantengan, yang dalam adegan klimaks dijadikan racun yang merusak kekhidmatan dan mencoreng nilai budaya yang dijaga turun-temurun.

Di titik itulah BANTENG WULUNG berperan sebagai penyadar. Tokoh Banteng Wulung tampil dengan gerak penuh makna, mengingatkan bahwa kekuatan sejati bantengan terletak pada disiplin, spiritualitas, serta rasa hormat pada leluhur dan alam.

Malam itu juga makin meriah dengan kehadiran seniman dari berbagai kota dan negara seperti Australia, India, Jepang, China, dan Malaysia. 

Para delegasi ini turut menyajikan karya dalam rangka pertukaran budaya yang membuat Punden Ngroto terasa seperti pusat peradaban Nuswantara yang menyapa dunia.

Suasana hening sejenak menyelimuti sebelum akhirnya penonton memberikan tepuk tangan meriah.

"Ini bukan sekadar tontonan. Ini tamparan halus agar kita kembali pada jati diri. Bantengan harus tanpa alkohol, bantengan dengan hati," tutur Syamsu Soeid usai pentas.

Penulis: Syam
Editor: Ekowin 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satreskrim Polres Batu Tegaskan Kasus Judi Online Tetap Berjalan, Tanpa Uang Damai

Semangat Belajar: Warisan Purnawirawan Letkol Sukamto untuk Anak-Anak Sekitar

PjS Kades Puncak Jeringo Tegaskan Dana Desa untuk Pembangunan, Bukan untuk Korupsi