Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RW 10 Sekar Putih, Desa Pendem
RW 10 Sekar Putih, Desa Pendem, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh hikmat dan kelengkapan acara, dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan warga setempat, Sabtu, 5/9/2026.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia, Bapak Andri Susilo, yang mewakili warga RT 39, 40 dan 41, Sekar Putih.
Dalam sambutannya, Andri menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf atas nama pribadi maupun mewakili warga RW 10.
Ia menekankan betapa momen peringatan Maulid ini menjadi ajang untuk menguatkan tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
"Atas nama keluarga besar RW 10, Sekar Putih, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini ada tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan di hati. Semoga dengan kegiatan ini, kita semua bisa lebih akrab dan selalu dalam lindungan-Nya," ujarnya penuh harap.
Kemudian, sambutan dilanjutkan oleh Ketua RW 10, Bapak Indra, yang juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh undangan, terutama kepada Kyai Haji Syaifudin Romli, tokoh agama yang akan menyampaikan tausiah pada peringatan kali ini.
Bapak Indra mengajak seluruh warga untuk menangkap hikmah dari peringatan Maulid sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
"Kepada para tokoh masyarakat, alim ulama, Jamaah Ngopi dan seluruh warga RW 10, Sekar Putih, mari kita sambut peringatan Maulid ini dengan penuh rasa syukur. Semoga kesehatan dan kekuatan senantiasa menyertai kita dalam menjalankan kegiatan positif seperti ini. Semoga pula, tausiah dari Kyai Haji Syaifudin Romli bisa membuka hati kita semua untuk semakin mencintai dan meneladani Rasulullah SAW," tuturnya penuh semangat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, memberikan sambutan hangat dan penuh makna.
Tri Wahyuwono menegaskan pentingnya kerja sama dan sinergi antara pemerintah desa dan warga masyarakat, khususnya RW 10, Sekar Putih, dalam membangun lingkungan yang harmonis dan religius.
"Dari desa, kami sangat mengapresiasi inisiasi peringatan Maulid ini oleh warga RW 10. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui kesadaran spiritual," kata Tri Wahyuwono.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat yang majemuk.
Puncak acara peringatan Maulid di isi oleh tausiah dari Kyai Haji Syaifudin Romli yang merupakan tokoh agama berpengaruh dari Jabung.
Dalam pengajiannya, Kyai Syaifudin mengajak jamaah untuk mencintai dan meneladani Nabi Muhammad SAW secara hakiki, bukan sekadar ungkapan formalitas.
"Dalam setiap kesempatan kita menyebut nama Nabi Muhammad SAW, hendaknya bukan hanya sekadar tradisi atau rutinitas, tetapi cintailah beliau dengan cinta yang tulus. Jangan sampai kita hanya mencintai beliau seperti mencintai sabun mandi, hanya di permukaan, tapi kita tidak mempraktikkan sunnah dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari," jelas Kyai secara tegas dan penuh semangat.
Kyai Syaifudin juga mengingatkan jamaah agar selalu menjaga keikhlasan dalam beribadah dan beramal.
Ia mengibaratkan para penggembira acara Maulid, sebagian besar kaum hawa yang dengan penuh kegembiraan menyemarakkan sholawat dan dzikir.
Hal ini menggambarkan betapa antusiasme warga penting dalam mewujudkan kesucian dan keberkahan peringatan Maulid.
"Semua jamaah terlihat segar dan penuh semangat, ini karena mereka ikhlas dan bahagia hatinya dalam bersholawat. Semoga dengan ini kita semua mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW," pungkasnya mengakhiri tausiah yang disambut antusias oleh hadirin.
Penulis: Win
Komentar
Posting Komentar